RAGAM

DPRD Dilecehkan Camat Raimanuk dan Pemdes Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Belu merasa dilecehkan oleh Camat Raimanuk Gabriel Taek dan Pemdes Setda Kabupaten Belu, lantaran dalam pertemuan bersama hari ini di Kecamatan untuk membahas persoalan warga Dusun Klaran, Desa Dua Koran tidak mengundang Komisi I.

Marthen Naibuti

Marthen Naibuti

“Kami selaku Dewan dilecehkan, karena tidak dihadirkan dalam pertemuan bersama warga hari ini di Kecamatan,” ujar Marthen saat menerima puluhan warga Desa Dua Koran, Kamis (23/6/2016).

Menurut Marthen, sesuai rekomendasi Komisi I dalam rapat kali lalu, Komisi kembalikan persoalan ke Camat dan Pemdes untuk diselesaikan dalam pertemuan bersama yang dihadiri Komisi I, namun hingga selesai pertemuan Komisi I tidak diundang.

“Warga Dua Koran ini datang sampaikan pertemuan sudah selesai baru kami tahu. Hari ini kami tunggu undangan dari Kecamatan tapi pertemuan sudah selesai tanpa kehadiran Komisi I dan ini sudah lecehkan kami,” ungkap dia.

Lanjut dia, selain itu Dewan juga dilecehkan dengan surat yang mana merupakan surat dari Bupati, namun dihadapan warga dikatakan surat dari DPRD Belu. Terkait hal tersebut diputuskan Rabu pekan depan akan digelar RDP bersama Camat Raimanuk, Pemdes, Dispenduk dan warga Dusun Klaran, Desa Dua Koran.

“Camat dan Pemdes tidak bisa selesaikan persoalan yang dialami warga Dua Koran hingga saat ini. Di RDP nanti kita akan hadirkan Bupati untuk putuskan persoalan yang terjadi,” tegas Marthen.

Baca Juga :   Nasdem Targetkan Menang di Belu, Malaka, Manggarai dan Mabar

Untuk diketahui, sebelumnya puluhan warga asal Desa Dua Koran ini telah datangi DPRD untuk sampaikan pengaduan terkait hak suara mereka untuk pilkades Dua Koran mendatang ditolak, padahal secara administrasi Desa Dua Koran, hanya tempat domisili di wilayah Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasbar.

Khusus hari ini puluhan warga datang menyampaikan rasa kecewa mereka terhadap sikap Camat dan Pemdes dalam pertemuan yang digelar pagi tadi. Warga tidak diberikan kesempatan untuk berbicara hingga pertemuan berakhir tanpa suatu solusi. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top