HUKUM & KRIMINAL

Dua anak Dibawah Umur Asal Malaka Nyaris jadi Korban Trafficking

BETUN, Kilastimor.com-Dua warga Kabupaten Malaka yang masih dibawah umur nyaris dijual dan dipekerjakan secara illegal keluar daerah. Kedua korban sementara diamankan di Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kupang guna melancarkan proses hukum terhadap tersangka. Korban saat ini masih menunggu pihak keluarga untuk menjemput di Kupang.
Hal itu disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Maria Fatima Daniel kepada wartawan di Betun, Rabu (8/6).

Maria Fatima Daniel

Maria Fatima Daniel

Untuk sementara kedua korban kita amankan di lembaga dan pihaknya meminta polisi melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan kasus itu harus diusut tuntas. Pihak kepolisian sangat proaktif dan para korban sudah diambil keterangannya dan tersangka sudah diperiksa dan ditahan.

“Kedua anak Malaka itu semuanya perempuan dan berusia 15 dan 16 tahun dan menurut keterangan mereka direkrut untuk dipekerjakan keluar daerah. Mereka masih kita amankan di lembaga sambil menunggu jemputan orang tua untuk kembali ke Malaka. Tersangka sudah ditangkap polisi dan sudah dikawal untuk diusut secara tuntas.

Dia berharap, kedepan diperlukan peraturan desa yang dibuat berdasarkan partisipasi masyarakat guna melindungi anak-anak dibawah umur dan kaum perempuan yang akan direkrut bekerja secara illegal. Penanganan kasus seperti ini harus di hulu baru ke hilir baik dari tingkat desa dan dusun. Desa yang rentan terhadap trafficing harus dibuat sebagai sampling . Peraturan daerah penting tetapi kadang dari aspek pengawasan sangat sulit. Kalau masyarakat dilibatkan dalam membuat keputusan desa maka mereka ikut bertanggung jawab terhadap situasi dan kondisi di desa. (boni)

Baca Juga :   Paroki Wekfau Juara I Sepak Bola Perarakan Besar Malaka
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top