RAGAM

Fraksi Gabungan Kebangkitan Indonesia Kritik Proyek Gagal 2015 di Kota Kupang

KUPANG, Kilastimor.com-Fraksi Gabungan Kebangkitan Indonesia DPRD Kota Kupang, mempertanyakan paket pekerjaan yang gagal dikerjakan pada tahun anggaran (TA) 2015 lalu.
Sekretaris Fraksi Kebangkitan Indonesia, Nithanel Pandie melalui pemandangan umum fraksinya terhadap penyampaian nota pengatar atas rancangan Peratuaran Daerah Kota Kupang tentang Pertanggungjawaban APBD Kota Kupang tahun anggaran 2015 di ruang sidang utama kantor DPRD Kota Kupang, Selasa (28/6) menjelaskan, belanja pemerintah merupakan salah satu faktor penentu dinamika ekonomi dalam satu negara dan daerah. Ketika nilai APBD Kota Kupang tinggi, tidak saja menggambarkan besarnya kemampuan daerah dalam membiayai dirinya, tetapi menunjukan pula kekuatan pemerintah menggerakan roda ekonomi Kota Kupang.

Taman Fontein

Proyek Taman Kota di Fontein Mangkrak

Namun kenyataannya, fraksi melihat ada Silpa 2015 sebesar Rp 149.78 miliar lebih yang disumbang dari belanja modal sebesar Rp. 66,7 miliar lebih. Dinas Pekerajaan Umum Kota Kupang menyumbang Rp 32,2 milliar lebih, misalnya pada belanja gedung bangunan Rp 7 miiliar lebih, dan belanja modal tanah Rp 8 miliar lebih.

Lebih mencengangkan, kata Pandie, dari sumbangan tersebut ada Rp 12 milliar lebih yang disumbangkan oleh kasus konstruksi dalam pekerjaan dimana tanda tangan kontraknya 1-4 September 2015. Untuk itu fraksi berpendapat bahwa belanja modal dalam nilai besar tidak segera ditenderkan dan pemenangnya tender tidak profesional, akibatnya rakyat dirugikan baik secara langsung maupun tidak langsung .

Baca Juga :   Lambannya Belanja Modal, Bupati Bere 'Marah Besar'. Pimpinan SKPD Tidak Boleh Keluar Daerah

“Kami dari fraksi minilai, sanksi denda atau putus kontrak tidak menyelesaikan masalah. Bahwa uang negara diamankan itu benar, tetapi tentunya itu sangat tidak bermafaat bagi rakyat, sehingga fraksi merasa sangat perlu mempertanyakan faktor penyebab setiap paket pekerjaan yang gagal dikerjakan pada tahun anggaran (TA) 2015,” kata Padie.

Selain itu, lanjut Pandie, ada juga beberapa proyek fisik yang dilaksanakan terkesan tidak sepenuh hati, dan hasilnya bukan memperindah wajah kota tetapi menampakan kesemerawutan seperti lokasi proyek taman kota di Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Raja dan Taman depan kantor Badan Perijinan Kota Kupang. (ify)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top