EKONOMI

Hasil Panen Padi MT I Rata-Rata 5,7 Ton per Hektar. TNI/Polri dan Pemkab Malaka Sukseskan UPSUS Pertanian

BETUN, Kilastimor.com-TNI/Polri dan Pemerintah bertekad mensukseskan Program Upaya Khusus (UPSUS) Pertanian di Kabupaten Malaka. Hasil Panenan Musim Tanam (MT) I 2016 sesuai hasil ubinan PPL Dinas Pertanian rata-rata 5,7 ton per hektar. TNI-Polri bersama Pemerintah sementara menyiapkan rencana penanaman MT II dengan pola penanaman padi serentak dalam satu hamparan. Hal itu disampaikan Danramil Betun, Mayor Kav. Yatman kepada wartawan di Betun, Sabtu (25/6).

Danramil dan Kapolsek Malaka Tengah.

Danramil dan Kapolsek Malaka Tengah.

“Petani kita sejak dua minggu lalu hingga sekarang masih melakukan panen di sawah. Akumulasi perhitungan PPL di lapangan, ubinan yang dihasilkan dari setiap hektar rata-rata hasilnya 5,7 ton. Kita apresiasi salah satu kelompok tani pimpinan Pak Frid Resi, ternyata perolehan hasil ubinan bisa mencapai 9,9 ton per hektar. Rata-rata tanaman padi milik kelompok itu berbeda dengan kelompok lainnya. Pola tanamnya sangat bagus. Kelompok itu selalu Intens melakukan perawatan dan mengawasi tanamannya sehingga ketika ada hama langsung ditangani. Dari umur 1 hari sampai 21 hari mereka selalu aktif dan intensif mengamati. Ssetelah umur 21 hari mereka hanya memperhatikan pertumbuhannya padi,” bilangnya.

Salah satu keunikan yang dimiliki kelompok ini, papar perwira melati satu itu, selain perawatan yang baik, mereka juga memanfaatkan jerami produksi tahun lalu yang dikombinasikan dengan pupuk kimia dan terbukti hasilnya cukup memuaskan. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pemerintah Kecamatan Malaka Tengah sehingga Untuk MT II kita upayakan penanaman serentak. Kita akan pantau ketersediaan air di DAS Benenain sehingga bisa kita rencanakan luasan penanaman serentak itu,” imbuhnya.

Baca Juga :   Besok Tiga Paslon Tarik Nomor Urut

“Kalau kita lihat peluang untuk melakukan penanaman serentak bisa dilakukan pada tiga desa di Malaka Tengah yakni Wehali, Harekakae dan Kamanasa. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah melalui sekda Malaka dan kita rencanakan tanggal 30 Juni mendatang akan dilakukan rapat bersama di Kantor Camat Malaka Tengah untuk membahas rencana itu,” timpalnya.

Disebutkan, dengan adanya tanam serentak itu, maka sistem pengairannya dapat diatur sebaik mungkin tanpa mengalami kendala. Ini pembelajaran bagi masyarakat akan pentingnya tanam serentak. Selain bisa memudahkan pengairan juga bisa mengeliminir serangan hama penyakit yang menyerangan tanaman padi. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top