POLITIK

Honing Sanny Sosialisasi di Komodo

LABUAN BAJO, Kilastimor.com-Walau tanpa Fraksi dan Komisi, Honing Sanny saat ini masih menjadi Anggota DPR/MPR RI aktif. Status politik tersebut memang tidak menguntungkan, karena tidak dapat melaksanakan perannya secara efektif sebagai Anggota DPR. Meski begitu, Honing tetap berusaha menjalankan kewajibannya. Kali ini mengambil tempat di ujung Barat Flores tepatnya di Aula SDI Merombok, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, untuk menggelar sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Honing Sanny Sosialisasi di Komodo.

Honing Sanny Sosialisasi di Komodo.

Di hadapan masyarakat setempat, anggota Dewan yang terkenal dengan blusukan ini, selain melakukan sosialisasi, juga menjelaskan kepada masyarakat hal-hal lain yang dipertanyakan terutama yang berkaitan dengan statusnya sebagai anggota DPR yang sudah dipecat dari partai dan juga informasi yang mengaitkan Honing Sanny dengan hajatan Pemilihan Gubernur NTT 2018 mendatang.

“Memang saat ini saya statusnya dipecat oleh PDIP yang berimbas pada posisi saya yang tidak memiliki fraksi dan komisi. Namun posisi saya saat ini tidak menghalangi saya untuk tetap mengunjungi konstituen saya seperti sedia kala karena saya masih anggota DPR/MPR RI yang sah,” jelas Honing.

Selanjutnya ia juga menyampaikan kepada masyarakat soal proses hukum yang sedang ia tempuh untuk membuktikan bahwa yang dituduhkan kepadanya adalah sesuatu yang mengada-ada. “Saat ini saya sedang menempuh jalur hukum, dan tujuannya hanya satu yakni sebagai bentuk pembuktian bahwa apa yang dituduhkan kepada saya adalah sesuatu yang tidak benar, dan karena itu saya harus lawan untuk menjaga nama baik saya,” ungkap Honing.

Baca Juga :   TNI/Polri dan Pemerintah Kecamatan Sulamu Kibarkan Bendera di Pulau Tikus

Berkaitan dengan desas-desus bahwa ia akan maju melalui jalur perseorangan menuu NTT 1, ia tidak menampik hal itu, dan di hadapan masyarakat secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk memimpin NTT, jika ia dipercayakan oleh masyarakat. “Saya siap dan mampu mengurus NTT jika dipercayakan oleh masyarakat,” ucapnya singkat.

Menurutnya memang banyak yang menyangsikan keseriusan bakal calon Gubernur NTT ini terutama melihat posisinya saat ini baik dari statusnya di PDIP maupun kemampuan dari sisi finansial. Namun sosok enerjik ini mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin tidak harus memiliki uang yang banyak, karena saat ini saya mau mempraktekan biaya politik murah. “Jika menjadi Gubernur atau pemimpin harus orang kaya, maka orang-orang seperti saya dan Anda semua tidak akan menadi pemimpin atau Gubernur, atau Bupati karena kita semua tidak memiliki kekuatan finansial,” terang Honing.

Honing Sanny sosialisasi di Komodo, Manggarai Barat, NTT.

Honing Sanny sosialisasi di Komodo, Manggarai Barat, NTT.

Harapannya adalah lagkah yang diambil olehnya dapat dijadikan ruukan terutama untuk politisi-politisi muda untuk dapat bergerak bersama-sama demi sitem demokrasi di NTT yang lebih baik.
Kegiatan sosialisasi yang digelar pada 7 Juni 2016 ini memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat terutama hal-hal yang berkaitan dengan pribadi Anggota Dewan kelahiran Ende ini. Honing Sanny pun tidak dapat mengelak ketika diberondong berbagai macam pertanyaan yang berkaitan dengan pribadinya saat ini. Masyarakat yang hadir pun berharap politisi muda seperti Honing Sanny harus didukung untuk dapat menjadi agen perubahan demi NTT yang lebih baik.

Baca Juga :   Pemkab Belu, TNI dan Polri "Keroyok" Pasar Baru Atambua

Pada kesempatan itu, dia juga meminta masyarakat Komodo untuk tetap menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, mempertahankan NKRI dan selalu hidup rukun sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. “Saya minta supaya kita hidup dengan berlandaskan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kita jangan mau diadu domba dan dengan ideologi yang bukan merupakan milik kita,” pungkasnya. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top