RAGAM

Infrastruktur Fisik Kawasan Perbatasan Harus jadi Titik Fokus

ATAMBUA, Kilastimor.com-Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar rapat koordinasi Infrastruktur fisik kawasan perbatasan antara negara tahun 2016 di Hotel Timor, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Selasa (21/6).

Wabup Belu, JT. Ose Luan membuka rakor perbatasan RI-RDTL.

Wabup Belu, JT. Ose Luan membuka rakor perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan rakor tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan, Pimpinan SKPD BPP Kabupaten Kupang, TTU, Malaka, beserta para Camat perbatasan dari keempat Kabupaten tersebut.

Adapun pemateri dalam rakor yakni, Kabid Infrastruktur Kawasan Perbatasan Provinsi NTT, Muh. N Abdullah, Kepala BPP Belu Jap Prihatin, Sekretaris BPP Kupang, Timotius Octavianus, BPP TTU, Fransiskus Tilis, BPP Malaka, Ancelmus Nahak.

Wabup Ose Luan dalam arahan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, rakor terkait dengan pengelolaan kawasan perbatasan sangat penting. Saat ini pembangunan kawasan perbatasan menjadi perhatian pemerintah pusat sesuai dengan program nawacita, guna mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayah perbatasan.

Dikatakan, bagi peserta rakor, titik dorong kawasan perbatasan adalah pembangunan fisik, kesehatan pendidikan, perumahan dan air bersih dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi kawasan perbatasan negara di Belu masih tertingaal dengan kawasan perbatasan lainnya serta masih tertinggal pembagunan infrastruktur. Kondisi ini membutuhkan penagangan yang lebih serius dari seluruh stake holders.

“Berkaitan dengan pembangunan kawasan di perbatasan Indonesia Timur, diperhatikan harus berpedoman pada Perpres. BNPP telah menentukan lokasi prioritas. Saya minta selalu bersinegrgi dan fokus dalam pembangunan kawasan perbatasan,” ucap dia.

Baca Juga :   Dinas Pendidikan Harus Layani Guru dengan Baik

Ditegaskan, pembangunan kawasan perbatasan harus dititik beratkan pada potensi lokal yang ada, serta infrastruktur fisik di wilayah perbatasan. Oleh karena peserta rakor harus mencermati materi yang dipaparkan narasumber, harus dipahami dan diimplementasikan dengan baik.

“Selalu membangun komunikasi, koordinasi antar sektor terkait di perbatasan, demi terwujudnya suatu tatanan masyarakat di perbatasan yang adil dan makmur,” ajak Luan.

Kabid Infrastruktur Kawasan Perbatasan Provinsi NTT, Moh. Nazar Abdullah selaku ketua paniatia mengatakan, dalam waktu dekat informasi-informasi terkini akan kita bawa ke forum yang akan melibatkan seluruh lintas sektor dan unsur terkait.

Lanjut Nazar, permasalahn lahan di wilayah perbatasan masih menjadi krusial dan ini tidak bisa kita tinggalkan atau biarkan begitu saja. Kita bukannya tidak mau kalah dengan negara tetangga, tapi kita ingin tunjukan bahwa inilah wajah beranda depan Negara Indonesia.

“Khusus untuk batas laut NTT, sudah ada kesepakatan kita dengan BNPP Pusat dan akan menetapkan titik nol dipulau rote,” ujar dia.

Lanjut Nazar, tujuan kegiatan rakor hari ini tidak bersifat biasa, tapi kita akan mencari model untuk wajah NKRI. Sifatnya rakor hari ini untuk peroleh semua informasi di wilayah perbatasan, untuk kedepannya dibawa dalam rapat dalam forum bersama. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top