RAGAM

Kualitas Pekerjaan Ruas Jalan Biudukfoho Buruk. Kontraktor Harus Bertanggungjawab Melakukan Perbaikan

BETUN, Kilastimor.com-Pengerjaan lapen pada ruas jalan Weliman–Biudukfoho Kecamatan Rinhat sepanjang lima kilo meter dengan dana APBD Malaka tahun 2015 senilai Rp 3,8 Miliar, sangat buruk dan tidak berkualitas. Pemerintah harus segera memanggil kontraktor pelaksana supaya mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Kalau membandel supaya di-black list dan masalah itu harus diproses hukum. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malaka, Krisantus Yulius Seran kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Rinhat, Rabu (1/6).

Ilustrasi jalan rusak

Ilustrasi jalan rusak

Dinas PU dan Inspektorat harus respons pengerjaan ruas jalan itu, karena pekerjaannya sangat buruk dan tidak berkualitas. Rabu Kemarin, pihaknya melewati ruas jalan itu dan terlihat sepertinya tidak dikerjakan kontraktor. “Kita lihat disekitar km 9 jurusan Biudukfoho kondisi jalan sangat tidak layak dan mengalami kerusakan parah,” jelasnya.

Dinas PU dan Inspektorat tegasnya, harus segera melakukan pemeriksaan di lokasi, sehingga kalau sesuai hasil pemeriksaan lapangan kondisinya rusak, maka kontraktor harus bertanggung jawab memperbaikinya kembali. Pemerintah harus bertindak tegas bagi kontraktor nakal yang tidak bertanggungjawab atas hasil pekerjaannya. Kalau kontraktornya nakal dan tidak bertanggung jawab maka harus diblack list dari semua pekerjaan di Malaka, termasuk diproses hukum supaya memberikan efek jerah.

Salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Malaka adalah membangun infrastruktur wilayah, sehingga masalah kualitas pekerjaan jalan harus baik sesuai bestek yang ditentukan. Pemerintah jangan banyak berkompromi dengan kontraktor nakal yang tidak bertanggung jawab. (boni)

Baca Juga :   Davide Santo Bakal Pindah ke AS Roma
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top