HUKUM & KRIMINAL

Masyarakat Belu Harus Tolak Paham Radikalisme

ATAMBUA,Kilastimor.Com-Masalah radikalisme dan terorisme saat ini marak terjadi di Indonesia. Paham itu bisa saja berkembang di wilayah Kabupaten Belu, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Kasat Intelkam Polres Belu

Kasat Intelkam Polres Belu

Menyikapi masuknya paham radikalisme dan terorisme di wilayah kabupaten Belu, tentunya bukan hanya tugas Polri dan TNI saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat untuk menangkalnya.

“Msyarakat Belu terutama para generasi muda harus mengambil bagian untuk mencegah dan mengatasi bahkan menolak masuknya paham radikalisme yang nantinya akan berkembang menjadi terorisme. Hal ini dikarenakan kaum muda merupakan generasi penerus bangsa sekaligus menjadi ujung tombak untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan terhadap masalah radikalisme dan terorisme,” bilang Kasat Intelkam Polres Belu, Iptu Alberto Heru Ponato,S.Ik ketika hadir sebagai Narasumber pada dialog interaktif Program Damailah Indonesiaku kerja sama Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) dan Radio Favorit Atambua 98,2 Fm dengan topik “Penanggulangan dan Pencegahan Masuknya Paham Radikalisme di Wilayah Kabupaten Belu, Selasa, (14/6/2016).

Untuk mencegah dan mengatasi masalah radikalisme dan terorisme, jelas Iptu Alberto, pihak Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polres Belu dan jajaran Polsek telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menciptakan situasi kemanan yang kondusif.
“Kita sebagai anggota Polri, khususnya Polres Belu telah mengambil langkah-langkah dengan status siaga satu bersama TNI, dengan melaksanakan patroli gabungan baik siang maupun malam hari, razia kendaraan, orang maupun barang di batas Kota Atambua, pos perbatasan RI-RDTL dan perairan laut perbatasan RI-RDTL. Kita melakukan pendataan di sejumlah tempat hiburan, kos-kosan, home stay maupun hotel yang ada di Kabupaten Belu serta para Bhabinkamtibmas yang aktif turun ke masyarakat di Desa/Kelurahan binaan masing-masing dengan bekerja sama, berkoordinasi dengan aparat Desa/Kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mengantisipasi serta mengambil langkah yang harus dilakukan terhadap warga asing maupun organisasi-organisasi yang masuk di wilayah Kabupaten Belu yang ingin menyebarkan paham Radikalisme dan anti pancasila,” tuturnya.

Baca Juga :   Jembatan Ponu Nyaris Putus, Jalur Dili-Oecusse Lumpuh Total

Langkah ini di ambil, lanjut Iptu Alberto, sebagai salah satu fungsi kepolisian yang mengemban tugas pre-emtif dan prefentif serta antisipatif, mengedepankan kemitraan dalam menyelesaikan masalah sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas/kriminalitas.

Menurut Iptu Alberto, langkah atau terobosan lain yang di ambil oleh kepolisian adalah melakukan Fokus Group Discussion (FGD) dan terus melakukan pembinaan kepada masyarakat terkait paham radikalisme. “Langkah dan terobosan lain yang kita ambil sesuai dengan grand strategi Polri, renstra dan arah kebijakan Kapolri tentang revitalisasi Polri yaitu melaksanakan penyuluhan dan pembinaan tentang paham radikalisme dan anti Pancasila, melakukan monitoring terhadap warga/orang asing yang masuk di wilayah Kabupaten Belu termasuk di tempat hiburan maupu pemukiman yang menjadi sasaran kelompok radikal untuk menyebarkan paham radikalisme dan anti Pancasila,” terang perwira balok dua itu.

Meskipun sampai dengan saat ini, akui jebolan Akpol itu, belum ditemukan kelompok atau organisasi yang berideologi paham radikalisme dan anti Pancasila, namun diharapkan masyarakat untuk terus mewaspadainya.
“Polri khususnya Polres Belu terus melakukan upaya antisipatif untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan anti Pancasila. Diharapkan seluruh elemen masyarakat Belu untuk bersama-sama mengantisipasi dan menolak paham radikalisme dan terorisme yang adalah anti Pancasila yang hendak masuk dan berkembang di wilayah Kabupaten Belu,” pintanya. (ino)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top