RAGAM

Pemkab Malaka Berupaya Realisasikan Lima Program Prioritas

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka tetap fokus merealisasikan lima program prioritas yang dicanangkan untuk mempercepat kesejahteraaan masyarakat Malaka. Prinsipnya, uang rakyat harus dikembalikan kepada rakyat untuk meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat Malaka.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menyampaikan hal itu dalam Rapat Terbuka Wisuda Sarjana STISIP Fajar Timur Atambua, Selasa ( 28/6)
mengemukakan, pihaknya akan melaksanakan revolusi pertanian sebagai salah satu program unggulan di Malaka. Pelaksanaan Revolusi pertanian karena potensi kita adalah tanah .Kekayaan kita adalah pertanian sehingga harus kita optimalkan.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

“Kita akan melakukan penataan dibidang pertanian. Setiap wilayah akan ditanam satu macam produk saja melalui program yang dirancang para pakar pertanian dari Undana. Satu saat kalau kita menanam dan menghasilkan kacang hijau yang bagus maka kita namakan Fore Len Bete Malaka. Kalau kita punya beras yang bagus dan berkualitas maka kita namakan Bete Morin Malaka,” paparnya.

Kedua, Dibidang Peningkatan dan pengembangan Infrastruktur jalan dan jembatan, tetap menjadi prioritas dan perhatian pemerintah. Pemikirannya, tidak ada satu daerahpun didunia ini yang maju mana kala transportasi tidak lengkap. Kemajuan di Amerika di abad 21 karena banyaknya Hay Way yang dibangun dan saat ini masyarakat Amerika lagi menikmati jalan-jalan itu,” urainya.

Ketiga, Kita akan melakukan penataan dan pelayanan dasar kesehatan. Dibidang Kesehatan, Pemkab sementara melakukan kerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Managemen Kesehatan UGM, Pimpinan Prof. Laksono untuk penataan layanan kesehatan di Malaka. Kita juga sudah membangun komunikasi dan kerjasama dan sudah dikunjungi Kementerian Layanan Pendidikan Dasar Kemenkes RI untuk menjadikan Malaka sebagai Kabupaten Perbatasan terbaik dibidang pelayanan dasar dan rujukan.

Baca Juga :   Berpindah ke Lain Hati, Massa Pendukung Klau Alfons Membelot

“Kita tidak mau nasib kita sama dengan teman-teman di Riau dan Sumatera karena saat sakit mereka berobat di Malaysia dan Singapura. Kebijakan operasional yang dilakukan di Malaka. Sejak tanggal 1 Mei rakyat yang tidak punya kartu jaminan kesehatan maka cukup menunjukkan KTP-e Malaka maka pemerintah akan bayar biaya kesehatan. Kalau tidak punya KTP dan BPJS maka rakyat harus bayar. Ini untuk mendorong masyarakat Malaka mengurus KTP. Sejak 1 Mei kita berlakukan 5 hari kerja (Senin-Jumat). Sabtu adalah hari kemasyarakatan dan Minggu adalah hari Tuhan .

Soal ketersediaan air bersih, akan kita atasi dengan menggunakan dua cara. Temporery Solution dan Permanent Solution. Temporary solution, pemerintah akan beli tangki supaya tiap hari angkut air melayanai rakyat yang kesulitan air bersih. Uang rakyat harus dikembalikan untuk rakyat. Rakyat juga harus dilayani saat pesta dan kesulitan air. Permanent Solution, kita akan bangun sarana air secara permanen untuk rakyat. Tradisi pikul air di Malaka harus diakhiri. Ada yang mengatakan bahwa rakyat dininabobokan melalui program-program ini. itu tidak benar. Ini bukan rakyat dininabobokan tetapi kalau rakyat lagi susah, maka pemerintah harus tampil membantu rakyat sehingga menunjukkan bahwa pemerintahan itu ada di wilayah itu untuk rakyatnya.

“Program Pengembangan SDM, tahun ini kita sudah koordinasi dengan Rektor Undana untuk kuliahkan anak-anak Malaka di S2 untuk belajar administrasi publik dan kesehatan. “Kita akan sekolahkan anak-anak Malaka untuk menjadi dokter ahli,” timpalnya. (boni)

Baca Juga :   Wabup Belu: Pejabat Eselon yang Dilantik Harus Berinovasi
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top