RAGAM

Pemkab Malaka dan BWS akan Berupaya Atasi Banjir di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Banjir yang sering terjadi pada musim hujan, membuat Pemerintah Kabupaten Malaka mencari solusi menangani persoalan banjir. Pemerintah bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, guna melakukan penanganan secara baik dengan perencanaan matang.
Pemerintah dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Malaka SBS-DA, akan berusaha menangani banjir, namun hal itu tidak instan terjadi, tetapi harus dilakukan dengan cara mengurangi debit air yang ada dengan cara-cara rasional dan bertanggungjawab. Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di Betun, Kamis (30/6).

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

“Pemda Malaka tetap membangun komunikasi dan meminta BWS untuk memberikan nasehat dan bekerja sama dalam hal penanggulangan banjir di Malaka. Banjir itu karena ada dua hal. Pertama, air hujan yang mengalir ke sungai banyak sekali. Kedua, daya tampung sungai sangat sangat kecil. Tugas Balai adalah mengatur daya tampung sungai dengan cara mengeruk supaya sungai tambah dalam dan meninggikan tebing sungai supaya bisa menampung air hujan. Cara lain, air yang mau masuk ke sungai Benenain akan dibangun juga embung guna menampung air hujan untuk mengurangi debit air yang masuk ke sungai,” sebutnya.

“Paradigma penanganan banjir di Malaka harus diubah. Penanganan banjir di Malaka tidak harus melalui Pengiriman Mie Instan seperti yang dilakukan selama ini. Tetapi kalau rakyat mengalami kesulitan akibat banjir, maka pemerintah melalui dinas teknis bisa membantu masyarakat dengan mie. Itu bukan untuk menangani banjir tetapi untuk menolong masyarakat yang terdampak banjir,” timpalnya.

Baca Juga :   Kelompok Tani Tunas Harapan Bakiruk-Malaka, Terima 31 Ekor Sapi Bantuan Pemprov NTT

Penataan DAS Benenain tahun ini jelas dia, disuport pemerintah pusat yang dilakukan melalui BWS untuk penanganan di wilayah Haitimuk dan Motaulun. Satunya lagi di Motamasin–Kecamatan Kobalima Timur. Pemda Malaka akan bergandengan tangan dengan BWS untuk mengobservasi saat banjir, apakah membahayakan masyarakat atau tidak sehingga bisa mendapatkan penanganan cepat (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top