RAGAM

Pertahankan Karakteristik Iman Jemaat di Era IT. Titu Eki: Jadikan Observatorium Timau Sebagai Peluang

OELAMASI, Kilastimor.com-Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengajak seluruh peserta Sidang Klasis Amfoang Selatan agar mempertahankan karakteristik iman jemaat di era kemajuan informasi teknologi (IT) saat ini. Hal ini ditegaskan Titu Eki dalam sambutannya, saat menghadiri Sidang Klasis Amfoang Selatan di Gereja Maranatha Nefoleog Desa Bonmuti Kecamatan Amfoang Tengah, Minggu (26/6).

Ayub Titu Eki

Ayub Titu Eki

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Titu Eki mengatakan bahwa saat ini, nilai-nilai luar dengan bebas masuk ke ruang publik masyarakat atau jemaat yang berada di wilayah klasis Amfoang Selatan. Dikatakan, tentunya, nilai-nilai tersebut tidak hanya nilai baik dan ada juga yang negatif. Untuk nilai yang baik menurut Titu Eki, masih membawa nilai positif dan itu sangat bermanfaat bagi karakteristik jemaat. Tetapi, menurut Titu Eki, nilai yang negatif sendiri dapat merusak karakteristik iman jemaat.

“Biasanya orang yang mudah terpengaruh nilai-nilai negatif tersebut adalah mereka yang otaknya kosong dimana salah satu cirinya adalah suka bicara tetapi apa yang dibicarakan tidak dilaksanakan,” Jelas Titu Eki.

Dikatakan, diera globalisasi saat ini setiap warga memang tidak bisa menghindari diri dari nilai-nilai global yang cenderung mendorong untuk bergaya modern. Artinya, menurut Titu Eki, globalisasi yang datang itu jangan langsung dibenci atau dihindari, tetapi harus dimanfaatkan sebagai peluang. Dirinya memberikan solusi untuk dapat menghadapi globalisasi sebagai sebuah peluang. Dimana dirinya memberikan saran agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam berkompetisi sesuai dengan perkembangan yang ada.

Baca Juga :   Laga Pers Soe dan PSK Kupang Berakhir 0-0

Menurutnya, bagaimana agar masyarakat dapat berkompetensi, maka perlu melakukan sesuatu pekerjaan yang sifatnya produktif. Kenapa harus produktif yang dalam artian menciptakan sesuatu yang bernilai benar, karena masyrakat kadang lebih banyak bermental komsumtif dan bukan produktif. Sehingga nenurutnya, masyarakat tidak hanya menikmati hasil dari negara lain tetapi juga mempunyai hasil yang bisa di ekspor.
Klasis Amfoang Selatan saat ini, bilangnya, punya peluang besar untuk IT. Dimana peluang besar ini antara lain, akan dibangun Jalan poros tengah dan pembangunan obsevatorium (Pusat Pengamatan Ruang Angkasa) di Gunung Timau. Hal ini menurut Titu Eki adalah mementum bagi warga amfoang untuk dapat melangkah kearah yang lebih maju dan menjadikan itu sebagai peluang.

Untuk itu, masyarakat melalui gereja di wilayah klasis Amfoang Selatan, perlu menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh para pengunjung Obsevatorium yang datang dari berbagai pelosok tanah air maupun manca negara.
Dalam hal ini bagi Titu Eki perlu ada langkah perubahan dan kerjasama, terutama melalui gereja untuk memberdayakan ekonomi jemaat.

Pada kesempatan tersebut Titu Eki, sebagai pucuk kepemimpinan pemerintah, mengajak ketua Sinode GMIT untuk menggalang kerja sama dalam rangka meningkatkan ekonomi jemaat melalui gerakan tanam paksa dan paksa tanam.

Sementara itu, Merry Kolimon ketua Sinode GMIT, dalam kesempatan ini, melalui suara Gembala, menegaskan bahwa, bersidang tidak sekedar berkumpulnya orang-orang tetapi persidangan harus membuahkan hasil berupa formulasi program kerja yang tepat.

Baca Juga :   Amandus Nahas: Kita Usulkan Berkas Pelantikan Bupati/Wabup TTU Sejak 29 Desember Lalu

Hal ini menurut Merry, dalam rangka menghadapi tantangan global yakni era IT saat ini, warga jemaat perlu membentengi diri. Untuk itu menurut Mery, tugas gereja sebenarnya adalah memperjuangkan agar jemaat melaksanakan ibadah dengan baik, bebas dari kemiskinan dan kondisi ketidakadilan serta tumbuhnya rasa cinta kasih dan tolong menolong. “Hal-hal tersebut adalah cara untuk mempertahankan karakteristik iman jemaat di Era Kemajuan IT,” jelas Merry.

Selain itu menurut Merry, sidang klasis dapat juga dijadikan sebagai forum penguatan antar jemaat dengan pengurus gereja. “Jika dijemaat yang lain ada kemajuan atau kelebihan bagilah itu bagi jemaat yang lain. Begitu juga kalau ada persoalan maka jemaat yang lain dapat melakukan penguatan,” tandas Merry.

Untuk dietahui, materi yang dibahas dalam Sidang Klasis Amfoang Selatan Tahun 2016 meliputi pembahasan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan tahun 2014-2015, pemilihan badan pengurus PAR, pemuda dan Perempuan GMIT serta Kerja bakti melalui kegiatan menanam dilokasi tanah gereja. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top