HUKUM & KRIMINAL

Polres Belu Musnahkan Miras Illegal dan Kosmetik Kadaluarsa

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepolisian Resort (Polres) Belu memusnahkan berbagai jenis minuman keras (miras) illegal, dan kosmetik kadaluarsa di halaman belakang Mako Polres Belu, Senin (20/6/2016).

Barang bukti tersebut terdiri dari miras jenis sopi sebanyak 420,2 liter, bir diablo 85 kaleng, bir abc 990 kaleng, bir tiger 24 kaleng, bir oranges boom 188 kaleng, habuck wisky 91 botol, napoleon 12 botol, anggur koleson 7 botol, kosmetik kadaluarsa 11 dos, 64 botol dan 16 bungkus.

Kapolres Belu, Wabup Belu, dan jajaran Polres memusnakan miras dan kosmetikan illegal.

Kapolres Belu, Wabup Belu, dan jajaran Polres memusnakan miras dan kosmetikan illegal.

Pemusnahan berbagai jenis barang bukti tersebut dilakukan dengan cara dipecahkan kedalam tong oleh Kapolres Belu, AKBP Michael Ken Lingga bersama Wabup Belu Ose serta beberapa perwakilan instansi terkait. Selanjutnya digilas menggunakan alat berat, sedangkan miras jenis sopi kepala dituangkan ke dalam lubang yang telah disediakan.

Usai dilakukan pemusnahan berbagai jenis barang bukti tersebut, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara barang bukti oleh perwakilan Polres Belu, Kasi Pidum Kejari Atambua, perwakilan Dinkes Belu, Disperindag Belu dan Balai POM Belu disaksikan tamu undangan yang hadir.

Kapolres Belu, AKBP Michael Ken Lingga mengatakan, sejumlah barang bukti yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil penyitaan dalam operasi tahun lalu dan tahun ini.
“Hari ini kita lakukan penegakan hukum, salah satunya dengan pemusnahan barang bukti miras illegal, pangan tanpa label dan kosmetik yang sudah kadaluarsa,” ujar dia.

Baca Juga :   Progress Pembangunan Enam Kantor Lurah di Kota Kupang 20 Persen

Lanjut Ken, bertepatan dengan moment hari raya idul fitri selain melakukan operasi cipta kondisi, pihaknya juga akan lakukan operasi penertiban berbagai prodak ilegal dan kadaluarsa. Selain itu kedepan akan lebih meningkatkan lagi kegiatan penyitaan miras guna mencegah adanya korban meninggal.

“Kita tidak mau terulang lagi seperti warga yang meninggal usai minum miras beberapa waktu lalu, terumata miras yang bersifat tradisional juga yang tidak berlabel,” terang mantan Kapolres Kupang itu.

Kasat Narkoba, Iptu Marthen Pilokila tambahkan, sejumlah barang bukti bukti miras ilegal, pangan tanpa label dan kosmetik kadaluarsa merupakan hasil sitaan satuan unit Narkoba Polres Belu dalam operasi triwulan 3,4 tahun 2015 lalu dan triwulan 3,4 tahun 2016.

“Barang bukti bir dari luar negeri dan itu ilegal kita sita. Selain itu kita sita juga sopi tradisional karena tanpa label, komposisi dan keterangan kadaluarsa. Ini membayakan sekalai karena itu kita disita,” ucap Pilokila. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top