POLITIK

RDP di Manggarai Barat, Honing Ditanyai Tentang Nasib Politiknya

LABUAN BAJO, Kilastimor.com-Suasana malam itu terlihat sangat sederhana, sesederhana sosok Anggota DPR RI Honing Sanny yang kala itu berkesempatan hadir menyapa para konstituennya di Desa Golo Bilas, yang terletak di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Kehadiran Honing Sanny Anggota DPR RI, dalam rangka menggelar kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat setempat untuk mengetahui dan menyerap aspirasi masyarakat yang diwakilinya. Malam yang cukup dingin tidak menyurutkan semangat Honing Sanny bersama dua stafnya duduk bersama di bawah tenda untuk berdiskusi dan saling menyapa setelah sekian lama tidak bertatap muka. Kegiatan Dengar Pendapat ini digelar pada 7 Juni 2016 beberapa waktu lalu.

Anggota DPR RI, Honing Sanny menjawab pertanyaan warga Mabar dalam RDP.

Anggota DPR RI, Honing Sanny menjawab pertanyaan warga Mabar dalam RDP.

Banyak hal yang disampaikan oleh masyarakat setempat terutama mengenai kebutuhan dasar mereka yang hingga saat ini belum disentuh oleh pemerintah. Anggota dewan dua periode ini mendengar dengan saksama semua keluhan dari para konstituen yang diwakilinya. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Tidak banyak yang bertanya soal peran DPR RI, atau pemerintah dalam hal pembangunan.

Dari rilis yang kami terima, diinformasikan bahwa masyarakat lebih antusias mempertanyakan kejelasan status dari Honing Sanny berkaitan dengan pemecatan oleh partai, dan juga meminta klarifikasi soal Pergantian Antar Waktu oleh Andreas Hugo Pareira. Selain itu, banyak juga peserta yang hadir ingin memastikan keseriusan Anggota Dewan asal Ende ini untuk mau sebagai calon Gubernur NTT 2018 nanti. Kedua pertanyaan ini yang mendominasi kegiatan dengar pendapat yang digelar ketika itu.

Baca Juga :   Distributor Salurkan BBM Sesuai Kuota di Malaka

Dengan pasti Honing menanggapi keinginan masyarakat untuk medapatkan informasi soal itu. “Hingga saat ini saya masih Anggota DPR RI walaupun tanpa Fraksi dan Komisi. Berkaitan dengan PAW, hal itu belum dapat dilakukan karena saya masih melakukan upaya hukum, dan belum ada putusan Inkrah,” jelas Honing mengenai statusnya.

“Mengenai keinginan saya untuk menjadi Gubernur NTT, hari ini saya sampaikan bahwa saya serius untuk mengurus NTT, jika dipercayakan menjadi Gubernur NTT,” tambah mantan anggota Komisi IV, DPR RI ini.
Dia mengakui, masih banyak yang mempertanyakan soal keseriusannya menjadi calon Gubernur NTT, dan ia pun memakluminya. “Saya maklumi banyak yang sangsi soal keseriusan saya untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur NTT 2018 nanti, dan mereka benar karena semua orang tahu bahwa saya tidak punya partai, karena sudah dipecat dan mereka-mereka juga tahu bahwa saya tidak punya banyak uang.

Hal ini saya sampaikan karena memang kenyataannya demikian. Namun satu hal yang dapat dijadikan pelajaran untuk kita semua bahwa, tidak selamanya menjadi gubernur atau bupati harus memiliki modal yang besar. Karena itu, mari sama-sama kita ubah mindset itu agar dapat terciptalah politik murah terutama untuk di NTT. Kegiatan dengar pendapat, atau pun kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh Honing Sanny diakuinya sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada kosntituen dan sebagai ajang untuk menjelaskan kepada konstituen terutama hal-hal yang berkaitan dengan statusnya saat ini yang tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. (fed)

Baca Juga :   Anggota Forum Tiga Desa di Kabupaten Kupang Belajar Analisa APBDes
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top