RAGAM

Satgas Pamtas Fokus Program Kemanusian di Perbatasan Belu-Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tugas pokok Satgas Pamtas RI-RDTL adalah menjaga perbatasan antara Republik Indonesia dan Republica De Timor Leste (RI-RDTL). Walau demikian, Yonif 641/Raider-Beruang yang baru saja menjalankan tugas Satgas Pamtas, juga akan fokus pada program-program kemanusian bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.
Hal itu disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 641/Raider, Letkol Inf. Wisnu Harlembang kepada media usai acara pelepasan Yonif 725/Woroagi di Mako Satgas, Umanen, Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Senin (27/6/2016).

Letkol Herlambang

Letkol Wisnu Herlambang

Menurut Harlembang, sebagai satgas baru menjaga wilayah perbatasan RI-RDTL kedepan akan melanjutkan program-program kemanusian yang telah dilaksanakan oleh Satgas Pamtas lalu Yonif 725/Woroagi.
“Batalyon 641/Raider-Beruang dari Singkawang Propinsi Kalimantan Barat dengan jumlah personil 350 orang. Kami bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur selama sembilan bulan gantikan Yonif 725/Woroagi,” ujar dia.

Dikatakan, selain melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan dan ditinggalkan oleh Satgas lalu, kesatuannya juga akan melakukan pendekatan dengan tokoh agama, juga kolaborasi dengan tokoh pemuda yang ada di perbatasan Belu untuk membantu tugas sembilan bulan kedepan.

“Kami juga sudah dibekali dan ada beberapa prajurit yang punya pengelaman di bidang pendidikan yang akan mengajar anak sekolah di batas, juga pelayanan kesehatan. Kami juga berharap agar masyarakat tidak segan dengan kehadiran kami sebagai Satgas,” ucap Harlembang.

Baca Juga :   Fraksi Nasdem Tolak Rencana Pemkot Jual Aset Tanah ke Pihak Ketiga

Lanjut Harlembang, pihaknya juga mendapat informasi yang diserahkan oleh pejabat lama, bahwa di wilayah perbatasan masih marak aktivitas penyelundupan ilegal yang dilakukan oleh masyarakat. Diharapkan agar masyarakat bisa sadar akan tindakan ilegal yang melanggar hukum.

“Terkait maraknya penyelundupan, ada strategis yang akan kami lakukan selain tindakan represif dalam penyelundupan, kami juga akan lakukan tindakan preventif, juga akan lalukan penyuluhan hukum untuk masyarakat selama bertugas sembilan bulan kedepan,” kata dia.

Tambah Herlambang, terkait dengan pengamanan hari raya Idul Fitri di perbatasan, pihaknya akan perketat pengamanan membantu pihak Kepolisian dalam menciptakan kenyamanan. “Nanti akan kami lihat berdasarkan informasi sepeti beberapa titik pintu perbatasan akan tingkatkan pengamanan ektra,” pungkas dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top