RAGAM

Syukur, Perbatasan RI-Timor Leste Damai Selama 17 Tahun Terakhir

ATAMBUA, Kilastimor.com-Consulat Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) untuk Kabupaten Belu, NTT, Cipriano Manca Teme mengharapkan agar masyarakat perbatasan RI-RDTL selalu ciptakan situasi yang aman dan kondusif demi terciptanya kedamaian antar kedua negara, karena warga Kabupaten Belu dan Timor Leste memiliki hubungan keluarga yang sangat erat dan satu kultur budaya yang sama.

Cipriano Manca Teme

Cipriano Manca Teme

Cipriano menyampaikan hal itu kepada media ini di Kantor Consulat Negara Timor Leste untuk Kabupaten Belu di jalan El Tari, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu NTT, belum lama ini .

Menurut Cipriano, hubungan Indonesia dengan Timor Leste setelah merdeka 17 tahun silam, hingga saat ini selalu aman dan kondusif. Hal ini terjadi karena kerja sama Pemerintah Indonesia dan Timor Leste baik pemerintah maupun aparat keamanan di perbatasan kedua Negara sehingga terciptalah perbatasan yang damai.

“Di mata saya perbatasan RI-RDTL ini sangat unik. Uniknya walau kita beda Negara dalam administrasi pemerintahan, namun kita satu dalam kultur budaya yang sama, baik itu dari sisi bahasanya maupun dari sisi adat istiadatnya,” tuturnya.

Untuk itu Cipriano berharap, agar jalinan kerjasama dan hubungan yang harmonis antar dua negara ini harus tetap dijaga dan terus kita pelihara demi tegaknya perdamaian yang indah di perbatasan RI-RDTL ini.

Cipriano juga mengakui bahwa selama ini masyarakat di perbatasan kedua negara ini sering melakukan pelanggaran melintas batas secara illegal dan penyelundupan. Namun hal ini sedikit ada penurunan karena ada siap siaganya TNI, Polri berkerjasama dengan pihak PNTL Timor Leste, sehingga persoalan-persoalan yang mungkin dan akan terjadi di wilayah perbatasan RI-RDTL bisa dapat diminimalisir. (nis)

Baca Juga :   Bupati dan Wabup Belu Panen Padi Impari
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top