RAGAM

Tak Didukung Fasilitas, Dua Pimpinan DPRD Belu akan Tinggalkan Rujab

ATAMBUA, Kilastimor.com-Fasilitas pada Rumah Jabatan (Rujab) dua Pimpinan DPRD Belu masing-masing Wakil Ketua I dan II hingga saat ini masih kurang.
“Kami sudah tempati sejak tanggal 26 Desember tahun lalu, tapi fasilitasnya kurang tidak mendukung,” ujar Wakil Ketua I DPRD Belu, Bene Halle kepada media ini, Selasa (7/6/2016).

Inilah kondisi Rujab pimpinan DPRD Belu yang tak dihuni.

Inilah kondisi Rujab pimpinan DPRD Belu yang tak dihuni.

Menurut dia, seharusnya seluruh fasilitas perabotan rumah jabatan sudah dipersiapkan sebelum ditempati sejak pelantikan 1 Januari tahun lalu, tapi faktanya masih belum lengkap fasilitasnya. “Masa kami yang harus keluarkan biaya pribadi. Dalam waktu dekat kami akan keluar dari rumah jabatan itu,” tandas Halle.

Diakui Halle, pasca dilantik 1 Januari 2015 lalu, pihaknya tidak menerima biaya tunjangan perumahan, sedangkan rumah jabatan belum ditempati hingga 26 Desember lalu baru ditempati. Adapun beberapa fasilitas seperti kulkas rusak namun belum diperbaiki.

“Sejak kami dilantik Januari tidak terima biaya perumahan, kami mengerti regulasinya. Tapi itu belum siap untuk dihuni. Kami juga tidak pernah mendapat surat izin penghuniaan sampai saat ini,” ucap dia.

Senada, Wakil Ketua II Manek Junior menegaskan bahwa dirinya akan segara meninggalkan rumah jabatan dalam waktu dekat, karena fasilitas pada rumah jabatan sejak ditempati bulan Desember 2015 lalu dan kekurangan itu telah dicatat.

“Kami pernah minta dua orang untuk bantu di rumah tapi tidak dilayani. Ada fasilitas yang rusak seperti TV, kulkas, AC dan mesin cuci yang tidak pernah diperbaiki, juga dua kaca yang pecah tidak diganti, paling hanya datang bersih-bersih saja,” beber dia.

Baca Juga :   SBS: Seni dan Budaya Merupakan Identitas Suatu Daerah

Dikatakan, keseriusan dari Sekwan dan perhatian tidak ada terhadap dua rumah jabatan pimpinan DPRD tidak ada, paling hanya menyuruh staf pergi melihat. Seharusnya seluruh fasilitas kelengkapan rumah tersebut telah disediakan sebelum ditempati.

“Kewajiban kami dana pemondokan dipotong dan kami tidak persoalkan itu kami tetap masuk. Tapi kenapa fasilitasnya tidak dilengkapi, hanya pengecetan dinding rumah jabatan saja. Kami akan tinggalkan dari rumah jabatan karena fasilitas tidak mendukung,” kata dia.

Tutur Manek, sebelum menempati rumah jabatan pihak Sekwan wajib terlebih dahulu memberikan surat izin penghunian kepada pimpinan yang akan menempati rumah jabatan. “Tapi buktinya sampai saat ini kami tidak dapat surat izin itu,” ujar dia.

“Kewajiban kami dana pemondokan dipotong dan kami tidak persoalkan itu kami tetap masuk. Tapi kenapa fasilitasnya tidak dilengkapi. Penambahan tidak ada, hanya belum lama ini ada pengecetan dinding rumah jabatan saja,” kata dia.

Tutur Manek, sebelum menempati rumah jabatan pihak Sekwan wajib terlebih dahulu memberikan surat izin penghunian kepada pimpinan yang akan menempati rumah jabatan. “Tapi buktinya sampai saat ini kami tidak dapat surat izin itu,” ujar dia.

Terpisah Sekretaris Dewan (Sekwan) Belu Ludovikus Manu yang dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, sesungguhnya semua fasilitas sudah cukup dan sudah melakukan syukuran dua rumah jabatan pada 26 Desember lalu yang dihadiri pastor.

Baca Juga :   Hasil Panenan Warga Loofoun Tertimbun Banjir. Tidak ada Korban Jiwa Akibat Banjir

“Kami tahunya rujab sudah ditempati dan semua fasilitas sudah tersedia. Soal kenapa jarang ditempati, saya tidak punya kewenangan menjelaskan. Semuannya kembali pada dua pimpinan,” pungkas Manu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top