RAGAM

Tanur: Tanah di Jalan El Tari Atambua, Sudah Tukar Guling dengan Tanah di Kantor Distamben Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemilik Bangunan Kedai Bete Morin yang sementara dibangun di jalan El tari, Atambua, Jhon Tanur dengan tegas kepada media ini di kediamannya Rabu (2/6) mengemukakan, Pemda Belu diminta segera menyerahkan sertifikat tanah tukar guling yang dilakukan sejak tahun 2010 lalu, untuk bisa diurus IMB. Salah satu persyaratan untuk mengurus IMB adalah sertikat tanah. Kenapa Pemda Belu belum serahkan sertifikat tanah itu hingga saat ini?

Inilah bangunan Kedai Bete Morin yang menjadi polemik antara Pemkab Belu dan pengusaha Jhon Tanur.

Inilah bangunan Kedai Bete Morin yang menjadi polemik antara Pemkab Belu dan pengusaha Jhon Tanur.

“Saya minta kepada Pemda Belu untuk segera serahkan sertifikat tanah itu kepada saya, agar bisa mengurus IMB. Kalau saja sertifikat tanah dan dokumen-dokumen sengaja dihilangkan karena ada kepentingan pihak tertentu, maka kita akan lihat. Sementara ukuran tanah NJOP Pemda Belu 27.000 per m2 dan tanah saya NJOP-nya 45.000 per m2. Kalau saja Pemda klaim bahwa tanah tukar guling itu masih milik pemda sehingga bangunan kedai Bete Morin pembangunannya dihentikan sementara, kita tunggu tindak lanjutnya,” tegasnya.

Lanjut Tanur menegaskan, sejak tahun 2010 lalu antara pihak Pemda Belu sudah dilakukan seraterima tukar guling sehingga pemda Belu sudah bangun Kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Belu di atas tanah tersebut. Kalau Pemda tidak akui tukar guling tanah tersebut silahkan ambil kembali dengan ketentuan bangunan di atas tanah milik saya segera digusur karena itu tanah milik pribadi dan sudah punya sertifikat dan sertikat tanah saya itu mereka sudah kasih hilang bersama dokumen-dokumen lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tim Sepak Bola Pra PON NTT Ditekuk Persemal-Malaka 2-1

“Pak wartawan, saya punya dokumen lengkap biar pihak Pemda Belu hilangkan dokumen saya tidak apa. Kita masih menunggu tindak lanjut Pemda Belu seperti apa. Kita inikan masyarakat untuk membangun Rai Belu ini agar menjadi lebih baik dan lebih maju lagi. Jangan karena ada kepentingan pihak-pihak tertentu, kita dipersulit kemudian kita dijadikan seperti bola guling inikan sudah tidak masuk diakal sehat,” tuturnya.

Dijelaskan, Kedai Bete Morin yang dibangun di jalan El Tari, arah kantor Kantor Bupati itu bukan untuk dijadikan tempat hiburan tetapi bangunan Bete Morin itu dibangun untuk tetamu bisa menikmati kopi Lakmaras dengan suguhan khas Belu sebagai beranda terdepan di wilayah perbatasan RI-RDTL ini.

“Saya dengar ada informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa bangunan itu sebagai tempat hiburan malam. Kita bangun kedai bukan cafe itu. Semua dimaksudkan agar semua tetamu dan masyarakat Belu pada umumnya bisa menikmati kopi Lakmaras di kedai itu.

Sementara itu, media ini berhasil menelusuri di kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Belu untuk mengkonfirmasikan masalah tukar guling tanah antara Pemda Belu dan Jhon Tanur itu. Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu, Anton Suri yang ditemui, mengarahkan ke Sekretaris Dinas Pertambangan,Y. P. Ulu Leki, ST, karena tugas mendadak.

Sekretaris Dinas Pertambangan Kabupaten Belu,Y.P. Ulu Leki, ST dalam penjelasannya mengemukakan, masalah pemberhentian sementara pembangunan Kedai Bete Morin di jalan El Tari itu bukan masalah tukar guling tanah yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 yang silam, tetapi Bupati Belu keluarkan surat teguran untuk pemberhentian pembangunan sementara itu karena soal IMB, sekali lagi bukan soal tukar guling.

Baca Juga :   Kesempatan Terakhir, Selasa Besok Mutasi Gelombang Kedua Dilingkup Pemda Belu

“Saya katakan bukan soal tukar guling tetapi soal IMB, karena untuk membangun suatu bangunan permanen harus terlebih dahulu ada IMB. Saya rasa untuk soal dokumen tukar guling tidak ada masalah, kita akan koordinasi dengan bupati, hasilnya seperti apa akan kita sampaikan,” tuturnya dengan singkat. (nis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top