RAGAM

19 Desa di Rinhat Butuh Pemenuhan Sarana Air Bersih

BETUN, Kilastimor.com-Sebanyak 19 dari 20 desa di Kecamatan Rinhat siap menerima program air bersih yang dicanangkan pemerintah daerah Kabupaten Malaka. Untuk mengatasi kelangkaan air bersih dalam jangka pendek pemerintah bisa melayani melalui program tangkinisasi, sambil melihat peluang dan potensi pengadaan air bersih di wilayah itu melalui pipanisasi atau embung-embung.

Albertus Bria

Albertus Bria

Dalam setiap pertemuan dengan pemerintah sudah disampaikan hal itu dan mendapatkan respon positif Bupati untuk ditindak lanjuti kedepan. Hal itu disampaikan Camat Rinhat, Albert Bria kepada wartawan di Betun, Jumat (28/7-2016).

Seluruh warga kecamatan Rinhat menyambut baik salah satu program prioritas Bupati Malaka yakni pengadaan air bersih bagi warga. Dari total 20 desa di Kecamatan Rinhat hanya satu desa yakni desa Weain yang tersedia air bersih yang memadai. Sementara 19 desa lainnya perlu diintervensi program, supaya bisa menikmati air bersih guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih solusi jangka pendek memang program tangkinisasi yang direncanakan pemerintah memang sangat cocok bagi seluruh desa di Kecamatan Rinhat. Warga perlu disediakan air bersih guna konsumsi setiap hari agar mereka tidak kesulitan air bersih. Dalam jangka menengah, pemerintah perlu melakukan survey terkait kemungkinan pengadaan air bersih dengan memanfaatkan sumber air yang ada melalui program pipanisasi bagi sumber air yang dianggap layak dan debitnya cukup untuk melayani masyarakat.

Baca Juga :   Pemda Malaka Beri 46 Unit Motor kepada Kades Terlantik

Dalam jangka menengah itu juga pemerintah perlu melakuka survey pada lokasi-lokasi yang bisa dijadikan area tangkapan untuk menangkap air melalui program embung-embung. Khususnya embung, perlu dilakukan survey untuk mengetahui daya simpan air karena dalam beberapa kasus, banyak embung yang tidak bisa menyimpan air, karena secara teknis tanahnya tidak bisa menyimpan air hujan.
Untuk itu secara teknis perlu dikerjakan embung yang mampu menampung air dan tidak terserap dan kering usai musim penghujan.

Peluang membangun embung penampung air di wilayah kecamatan Rinhat cukup terbuka karena kondisi geografisnya sangat memungkinkan untuk itu. Pemerintah bisa merancang pembangunan embung yang anti kering dimusim panas dengan cara mengakalinya melalui konstruksi teknis. Banyak embung yang selama ini dibuat namun tidak bisa dioptimalkan pemanfaatannya karena cepat kering pasca musim hujan. Kalau dikerjakan dengan merubah teknik konstruksi tentu sangat efektif dan bisa menjadi sumber mata air baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tiga desa di wilayah Kecamatan Rinhat termasuk desa tersulit mendapatkan air bersih yakni desa Tafuli, Bo’en dan sebagian Wekeke tercatat sebagai desa yang permanen kesulitan air bersih setiap tahun. Tiga desa itu walau letaknya dipinggir kali Bo’en namun air kali tidak bisa difungsikan karena terasa asin. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga harus menggunakan ojek atau mengambil di Kali Benenain di wilayah Wekeke namun sangat tidak efektif dan tergolong mahal. Solusi jangka pendek bagi tiga desa di bagian Barat Rinhat itu yakni tangkinisasi melalui program air bersih yang dicanangkan pemkab Malaka. (boni)

Baca Juga :   Persemal Tim Terbaik, Persab Belu Juara IV ETMC 2017
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top