RAGAM

Akademisi Harus Bantu Pemkab Malaka dan Belu

BETUN, Kilastimor.com-Kaum Akademisi asal Kabupaten Belu-Malaka yang saat ini bertugas diluar kedua Kabupaten itu diharapkan mendukung dan membantu pemerintah melalui kontribusi pemikiran yang cerdas guna mempercepat akselerasi pembangunan di kedua kabupaten.

Damianus Talok

Damianus Talok

Kaum akademisi bisa memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif, bisa mengkritik asal ada solusinya. Itu tanggung jawab bersama yang harus diemban anak-anak daerah yang berada diluar guna percepatan pembangunan di kedua kedua kabupaten. Hal itu disampaikan Dekan FKIP Unwira Kupang, Dr. Damianus Talok, MA kepada wartawan disela acara uji kompetensi bagi calon pejabat eselon dua lingkup pemkab Malaka di Betun, Sabtu (23/7-2016).

Kaum akademisi yang nota bene anak-anak Belu-Malaka saat ini banyak yang menyebar diseluruh Indonesia. Kaum akademisi juga merupakan satu aset daerah yang bekerja diluar sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata bagi proses pembangunan di kedua kabupaten.

Konteks pemikiran dan masukan dari luar, khususnya dari kaum akademisi pada prinsipnya baik untuk mendukung program-program yang mencerdaskan dua Kabupaten. Elemen itu bisa membantu bupati dan wakil bupati merancang program untuk mensejahterakan masyarakat. Itu kata kunci dan tidak bisa diluar itu.

Kaum akademisi juga bilangnya, bisa melakukan kritik namun harus mentaati dua prinsip. Pertama, prinsip etik artinya akademisi berbicara harus atas teori. Kedua, Prinsip empirik artinya dalam melakukan kritik seorang akademisi harus memiliki data pendukung. Kalau ada teori dan tidak didukung data maka tidak falid dan sebaliknya. Kalau kedua hal itu tidak dipenuhi maka kritikan akademisi tidak lebih dari upaya mencederai dari pada menolong.

Baca Juga :   Kapolsek Biut Apresiasi Nasionalisme Warga

Akademisi asal Belu-Malaka imbuhnya, harus melihat peluang itu dengan memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran-pemikirannya untuk membangun kedua kabupaten.Caranya melalui tulisan media, seminar di kampung halaman atau melakukan komunikasi secara langsung atau melalui telpon dengan pimpinan wilayah kedua kabupaten. “Dalam pengalaman saya kedua pimpinan wilayah Belu-Malaka sangat responsif dan terbuka ketika diajak berkomunikasi melalui telpon,” sebutnya.

Dia berharap kedepannya kaum akademisi bisa menyatukan tekad untuk berproses melalui berbagai media. Semua harus bersatu membangun kedua kabupaten dengan gagasan yang baik untuk mendorong kemajuan dan perkembangan di dua kabupaten di perbatasan dengan Timor Leste itu.(boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top