HUKUM & KRIMINAL

Bentrok Pemuda di Oenaek, Belasan Sepeda Motor Rusak. Polisi Kejar Para Pelaku

BETUN, Kilastimor.com-Aparat Kepolisian Sektor Laen Manen, Malaka masih melakukan pengejaran terhadap oknum pelaku perkelahian massal di desa Oenaek-Kecamatan Laen Manen yang terjadi Kamis, (21/7) saat pelaksanaan pesta nikah di wilayah itu.

Ilustrasi Bentrokan Pemuda.

Ilustrasi Bentrokan Pemuda.

“Yang jelasnya polisi masih melakukan pengejaran terhadap tersangka. Kalau mau konfirmasi terkait penanganan kasus itu silahkan wartawan datang ke Kantor polisi di Uabau, Senin (25/7). Kami tidak bisa memberikan informasi detail melalui telpon,” papar Kapolsek Laenmanen, Mikhael Mali kepada wartawan melalui telpon selulernya, Minggu malam, (24/7).

Terpisah, Tokoh Masyarakat Desa Uabau-Kecamatan Laenmanen, Willybrodus K. Kun, S.Sos kepada wartawan di Uabau Minggu (24/5) mengatakan, pihak kepolisian perlu melakukan pengejaran terhadap pelaku perkelahian supaya tidak berdampak pada aktifitas masyarakat di Laenmanen.

“Kita prihatin karena dampak lanjutan perkelahian itu, sopir asal Uabau-Oenaek dipukul anak-anak Matamanas. Usai perkelahian di Pesta Oenaek, anak-anak muda di Uabau malah membentuk kelompok-kelompok kecil melakukan pengamanan di depan rumah (depan Puskesmas dan Pasar Uabau ) pada malam hari, dan saya tegur lalu mereka membubarkan diri. Saya ingatkan supaya mereka membubarkan diri karena di depan rumah saya aman-aman saja sehingga tidak membutuhkan penjagaan dimalam hari oleh gerombolan anak-anak muda,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya mendukung aparat kepolisian mengusut kasus itu hingga tuntas.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan dilokasi kejadian, Desa Oenaek-Kecamatan Laen Manen, Minggu (24/7) pada beberapa sumber yang hadir dalam kegiatan pesta malam itu mengatakan Peristiwa perkelahian massal itu terjadi saat jamuan makan malam, pada acara perkawinan pengantin perempuan asal Fafoik dengan pengantin laki-laki asal Kimbana. Sebetulnya menurut sumber itu, pemicu perkelahian itu sesungguhnya hanya berasal dari anak-anak sekampung di Desa Oenaek yang lagi minum mabuk.

Baca Juga :   Kendalikan Harga, Kapolres Belu, Dandim dan Dinas Perindag Pantau Pasar Baru

Karena dalam kondisi mabuk lanjut sumber itu, menimbulkan ketersinggungan dan sejak saat itu situasi memanas.
Puncaknya, terjadi saat acara bebas yakni acara dansa dan goyang-goyang. Ketika itu, terjadi senggolan badan antara Sintus dan Nor. Sintus langsung melayangkan bogem mentah ke tubuh Nor, sehingga membuat suasana pesta tambah gaduh.

Menurut sumber itu, Nor saat itu bukannya teriak minta tolong teman sekampungnya, tetapi berteriak minta tolong anak-anak muda asal Kimbana dari dalam tenda dengan teriakan “Cepat, tolong dulu. Saya kena pukul anak-anak Uabau”. Mendengar teriakan itu, anak-anak muda asal Kimbana berdatangan kedalam tenda dan mengeroyok Sintus hingga babak belur. Sintus tidak terima baik perlakuan itu dan langsung menelpon teman-temannya di Fatuleu-Uabau supaya bisa ke lokasi pesta di Fafoik untuk membantu dirinya.

Mendengar informasi Sintus, anak-anak Uabau berdatangan ke lokasi pesta di Fafoik sehingga perkelahian massal tidak terhindarkan dalam lokasi pesta.

Menurut sumber-sumber kuat media ini mengatakan, akibat perkelahian massal itu belasan sepeda motor anak-anak muda Kimbana rusak berat, pengeras suara yang digunakan tuan pesta rusak dan hancur total di tempat resepsi mempelai wanita akibat aksi lempar-lemparan malam itu.

Sumber kuat lain di Desa Oenaek kepada wartwan mengatakan aksi perkelahian massal itu disaksikan juga Kapolsek Laenmanen, Mikhael Mali yang ikut menghadiri pesta itu, karena pengantin perempuan masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan istri Kapolsek Laenmanen, Mikhael Mali. Hanya saja situasi tidak terkendali malam itu. (boni)

Baca Juga :   Wabup Malaka: Illegal Logging Wajib Diusut Tuntas
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top