EKONOMI

Catatan Refleksi Menuju Revolusi Pertanian Malaka (4). Diperlukan Blue Print Saluran Irigasi Primer, Sekunder, Tertier dan Saluran Cacing

BETUN, Kilastimor.com-Penyuluh Pertanian, Willybrodus Dua mengungkapkan, persoalan saluran Irigasi hingga saat ini masih menjadi masalah serius dan harus menjadi perhatian kedepan untuk melancarkan usaha pertanian masyarakat. Dari catatan kami, saluran irigasi DAS Benenain sangat bagus dan bisa memasok air menuju lahan pertanian masyarakat. Kondisi riil di lapangan, pemerintah perlu menyempurnakan lagi dan membangun saluran tertier dan saluran cacing untuk memperlancar pemasokan air ke lahan pertanian masyarakat.

Sistem Irigasi

Sistem Irigasi

Dari pantauan di lapangan, pemerintah sampai saat ini baru membangun saluran primer, saluran sekunder. Belum dilanjutkan dengan pembangunan saluran tertier dan saluran cacing. Kalau toh ada masih sangat minim karena belum mendapatkan perhatian serius pemerintah. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan air, petani sering membobol saluran air primer dan sekunder guna mengalirkan air ke lahan petani. Salah satu alasan pembobolan saluran sekunder karena tidak ada saluran tertier dan saluran cacing untuk mengairi air ke lahan masyarakat. Solusinya pemerintah melalui kewenangan anggaran yang ada perlu melakukan intervensi guna memenuhi kebutuhan petani akan air.

Sebuah catatan terkait kewenangan pemerintah melakukan penataan air yakni adanya perbedaan kepentingan dalam penanganan saluran air dimana Saluran Primer dan Saluran Sekunder ditangani Dinas PU. Sistem pengaturan airnya juga ditangani PU sementara yang menggunakan air adalah Dinas Pertanian. Selama tiga tahun terakhir Malaka lepas dari Belu, persoalan air di Malaka tidak bisa diatur seolah tidak ada solusi. Dalam berbagai diskusi di kalangan eksekutif dan legislatif sering terjadi perbedaan pandangan soal penangan air irigasi di DAS Benenain sehingga terakhir petani pengguna air yang dikorbankan.

Baca Juga :   Terkait Mutasi Dilingkup Pemkab Belu, Ini Kata Wabup Ose Luan

Salah satu solusi yang ditawarkan, Pertama, Dinas PU sesuai kewenangan anggarannya tetap membangun dan memelihara Saluran Primer dan Sekunder. Mereka perlu memiliki perencanaan secara menyeluruh terkait rencana pembangunan irigasi Malaka secara terpadu yang dituangkan dalam blu print pembangunan saluran irigasi DAS Benenain sayap kiri dan kanan untuk saluran primer dan sekunder. Kedua, untuk dinas pertanian perlu membuat blu print terkait rencana pembangunan saluran irigasi tertier dan saluran cacing untuk melayani kebutuhan petani akan air. Menurut hemat saya, disinilah kontrak kerja yang harus dilakukan kedua instansi teknis itu. Reward dan Punishment layak diberlakukan dalam konteks rencana realisasi rencana itu.

Ketiga, terkait penanganan air bagi petani perlu didiskusikan secara intensif regulasi yang ada apakah harus ditangani dinas PU atau Pertanian. Logikanya, secara teknis Dinas Pertanian yang mengetahui persis kapan air itu dibutuhkan petani sehingga lebih efektif jika pengelolaan dan pengaturan air bagi petani ditangani dinas pertanian karena mereka lebih mengetahui kapan air itu dibutuhkan petani.
(bersambung)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top