RAGAM

Desa di Malaka Harus Proaktif Usulkan Permohonan Sertifikasi Tanah

BETUN, Kilastimor.com-Upaya pensertifikasian tanah terus dilakukan pemerintah. Pemerintah tingkat desa harus proaktif mengusulkan proses sertifikat tanah kepada BPN Malaka. Untuk tahun 2017, baru lima desa yang mengusulkan dengan total warga yang mengusulkan sebanyak 1.100 pemohon. Saat ini, masih dibutuhkan 900 pemohon untuk rencana tahun 2017.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Pertanahan Kabupaten Malaka, Yohanes Taolin kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Yohanes Taolin

Yohanes Taolin

Dalam tahun 2017, paparnya, ditargetkan penertiban sertifikat tanah sebanyak 2.000 sertifikat sama dengan tahun 2016 lalu. Untuk tahun 2017 permohonan yang sudah masuk dari empat desa di Kecamatan Rinhat dan Desa Laleten-Kecamatan Weliman dengan total pemohon 1.100 orang. Diharapkan bagi desa yang membutuhkan prona supaya segera mengusulkan ke BPN Malaka sebagai dasar pengusulan ke Atambua.

“Tahun 2016 kita terbitkan 2.000 sertifikat sehingga diharapkan tuntas tahun ini. Untuk semester pertama kita sudah melakukan pengukuran bagi 900 pemohon . Dalam semester II tahun ini kita upayakan sisa pagu yang ada tuntas sehingga dalam tahun depan bisa mendapatkan pagu yang minimal sama dengan tahun ini atau lebih,” terangnya.

Dia meminta masyarakat bisa menyiapkan semuanya, agar saat pengukuran tidak terjadi masalah. Petugas ukur datang untuk mengukur tanah bukan mengurusi masalah sengketa tanah. Masyarakat harus tahu sejarah tanah, batas-batas tanah dan status kepemilikan supaya pada saat pengukuran bisa berjalan dengan baik tanpa hambatan. (boni)

Baca Juga :   IMMALA Kupang Desak Teko Dievaluasi Karena Over Kapasitas
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top