EKONOMI

Gereja Terus Dorong Kerajinan Tenun Ikat Demi Peningkatan Ekonomi Umat

BETUN, Kilastimor.com-Gereja tetap mendorong upaya masyarakat, khususnya Kelompok Umat Basis di Paroki Kleseleon untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Gereja mendorong usaha-usaha seperti itu dan tetap bekerjasama dengan pihak lain untuk memajukan kerajinan tenun ikat pada setiap Kelompok Umat Basis. Hal itu disampaikan Pastor Paroki Kleseleon, Rm. Hendrikus Hale, Pr usai memimpin perayaan ekaristi kudus di Kleseleon, Minggu (17/7).

Rm. Hendrik Hale, Pr

Rm. Hendrikus Hale, Pr

Di Paroki Kleseleon jelasnya, baru saja melakukan pelatihan terkait kerajinan tenun ikat oleh PPSE Keuskupan Atambua dan mendapatkan sambutan positif umat di Paroki. Antusiasme warga mengikuti kegiatan itu cukup tinggi. Saat ini, pada Kelompok Umat Basis (KUB) mereka sudah membentuk kelompok-kelompok kerja pengrajin tenun ikat sehingga memudahkan kerja sama, pemantauan dan pembinaan oleh tim pelatih.

Gereja sangat mendukung usaha-usaha seperti ini karena sangat mendukung peningkatan pendapatan keluarga dan juga bisa melestarikan budaya masyarakat melalui kerajinan tangan tenun ikat yang dikembangkan.

“Kita berdayakan tutor-tutor lokal di wilayah Paroki Kleseleon yang bekerjasama dengan pihak keuskupan. Dalam pelaksanaan pelatihan lalu kita juga mengundang pemkab Malaka namun bertepatan dengan liburan lebaran sehingga dari unsur pemerintah daerah tidak sempat hadiri.

Dia berharap, kedepan kegiatan seperti ini tetap digalakkan. Melalui pelatihan kerajinan tenun ikat, para pengrajin bisa meningkatkan keterampilan serta kualitas produksi tenun ikat yang digeluti selama ini. Melalui pelatihan itu diharapkan para pengrajin bisa menampah pengetahuan dan keterampilan serta menghasilkan inovasi baru dibidang kerajinan tenun ikat.

Baca Juga :   Sidang DPRD Malaka Suka Molor

“Kita masih melihat peluang, apakah kerajinan tenun ikat yang sementara digalakkan di paroki Kleseleon bisa disinergikan dengan program pemerintah dibidang pemberdayaan masyarakat. Kalau memang ada berarti bisa saling berkolaborasi untuk memajukan kerajinan tenun ikat sekaligus upaya konkrit untuk menggalakkan kegiatan positif yang bernuansa pemberdayaan bagi masyarakat khususnya di wilayah Paroki Kleseleon. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top