RAGAM

HAN, Save the Children Gelar Festival Baca Melibatkan Murid SD Belu, TTU dan Malaka

ATAMBUA, Kilastimor.com-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Save the Children menggelar festival membaca tingkat Kabupaten di Kabupaten Belu yang berbatasan dengan Timor Leste yang dilaksanakan sejak 22 Juli hingga 23 Juli 2016.
Kegiatan festival membaca dilaksanakan dalam rangka peringati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada setiap 23 Juli. Kegiatan yang bertempat di Hotel Matahari melibatkan peserta lomba sebanyak 300 pelajar tingkat SD dari Belu, Malaka dan TTU.

Wabup Belu menutup Festival Membaca yang digelar Save the Children.

Wabup Belu menutup Festival Membaca yang digelar Save the Children.

Selain itu, hadir juga peserta 83 relawan pos membaca ekspresif sebagai contoh dari kegiatan membaca yang menarik bersama siswa, 83 relawan orang tua dan 83 guru kelas awal, sebagai bahan pembelajaran untuk mendukung siswa di rumah juga dalam proses pembelajaran di kelas.

Adapun rangkaian kegiatan festival dimeriahkan dengan berbagai perlombaan seperti, lomba menyusun huruf, lomba bercerita, lomba membaca ekspresi, lomba membuat media. Tujuan kegiatan guna memberikan kesempatan bagi siswa untuk berekspresi melalui partisipasi aktif dan menyuarakan hak mereka.

Kegiatan ini juga untuk mempromosikan sekolah ramah anak dan lingkungan yang mendukung literasi bagi orang dewasa, meningkatkan kesadaran orang dewasa dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak. Menyediakan suatu pandangan umum tentang hasil positif yang dicapai sekolah melalui keterlibatan seluruh elemen sekolah dan meningkatkan partisipasi orang tua dan pemangku kepentingan terkait bagi peningkatan kemampuan literasi yang lebih baik, dan kualitas pendidikan secara umum melalui dukungan baik di rumah maupun di sekolah.

Baca Juga :   DPD PSI Malaka Siap Diverifikasi

Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan dalam sambutannya saat menutup kegiatan festival, Sabtu (23/7) mengatakan, Pemkab mendukung penuh kegiatan yang digalakan Save the Children. In bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan anak tingkat sekolah dasar, demi masa depan generasi bangsa.

“Perkembangan dan peningkatan kemampuan literasi anak sangat penting digalakan sejak dini. Dengan membaca anak-anak dapat pengetahuan dan wawasan yang luas,” ujar dia.

Dikatakan, belajar tanpa baca tidak akan berhasil. Oleh sebab itu anak-anak sekolah dasar harus didorong sejak dini untuk terus belajar membaca sehingga memiliki kemampuan literasi, karena pintar dan cerdas itu menjadi kebutuhan.
Kemampuan-kemampuan yang diajarkan akan menjadi langkah awal menjadi proses mereka kedepan.

“Saya minta agar para orang tua dan guru agar terus mendampingi dan mendukung anak dalam belajar di sekolah sehingga tercapainya literasi anak,” pesan mantan Sekda Belu itu.

Lanjut Wabup, anak-anak tingkat sekolah dasar harus jadi kutu buku sehingga menjadi pintar dan cerdas. Pemkab mencanangkan program Belu membaca demi mendukung literasi anak dalam membaca demi masa depan. “Kegiatan festival ini tidak hanya hari ini saja, tapi harus tetap berlanjut di masa mendatang agar terus memberikan motivasi bagi anak-anak dalam gemar membaca,” harap dia.

Hadir pada kegiatan itu, perwakilan Save the Children dari New Zealand, Penasehat pendidikan Save Indonesia, Kepala Kantor Bahasa NTT, Wakil Ketua DPRD Belu, Kadis PPO Provinsi NTT, Pimpinan Gramedia Kupang, Forkompinda dan SKPD Belu. Kesempatan itu diserahkan buku cerita rakyat ke Pemkab oleh Kantor Bank NTT dan 1.000 buku oleh Gramedia. Akhir kegiatan panitia membacakan juara lomba bagi para siswa dari SD di wilayah Belu dan Malaka yang meraih juara. (yan)

Baca Juga :   Pertina Malaka Terancam Bubar Akibat Ketiadaan Dana
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top