HUKUM & KRIMINAL

Kejari Belu Tetapkan Kadis DKP Belu Bersama Dua Rekanan Sebagai Tersangka. Dua Tersangka Langsung Ditahan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek cold storage di TPI Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.
Adapun ketiga tersangka tersebut diantaranya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belu, SS, Direktur CV. Fat Jaya Bandung, MS serta staf teknis manager lapangan CV. Fat Jaya, DW.

Kadis DKP Belu dan satu rekanan ketika berada di kantor Kejari Atambua, usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RST Atambua.

Kadis DKP Belu dan satu rekanan ketika berada di kantor Kejari Atambua, usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RST Wirasakti Atambua, Selasa sore tadi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu, Rivo C.H.M Madellu membenarkan hal tersebut kepada awak media yang dihubungi, Selasa (19/7/2016) di Kantor Kejari.
Menurut Madellu, sebenarnya penetapan ketiga tersangka sudah dilakukan sejak kemarin, namun karena bertepatan dengan liburan panjang, maka baru ditetapkan sebagai tersangka hari ini.

“Kita tetapkan sebagai tersangka tadi dan langsung ditahan. Kedua tersangka SS dan WD langsung ditahan, kebetulan yang satu tersangka belum datang tanpa alasan. Alamatnya di Bandung nanti akan kita panggil, kalau tidak hadir akan kita jemput paksa,” tandas dia.

Dituturkan, penyimpangan yang paling fatal dari pengerjaan proyek tersebut yakni belum selesai 100 persen. Baru 80 persen tetapi sudah dinyatakan 100 persen. Tim jaksa turun ke lapangan guna menyelidiki, kenyataan di bulan Desember masih tetap 80 persen, tanpa ada perubahan.

Baca Juga :   Anggaran Siap, Pemkab Seriusi Jalan Dua Jalur Kelilingi Betun

“Spesifikasi mesinnya itu yang tidak dikerjakan. Mesin tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak, ada item tertentu yang tidak sesuai. Penetapan tersangka Kadis karena menjabat KPA sekaligus PPK. Total kerugian negara sekitar Rp 290-an juta, terdiri dari beberapa item,” papar Madellu.

Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan hari ini terhadap yang bersangkutan untuk menunjuk penasehat hukum tersendiri. Namun beliau berdua masih siapkan kuasa hukum, setelah itu baru akan diperiksa sebagai tersangka. “Kita sudah periksa, beliau berdua tetap ingin gunakan hak hukum jadi kita berikan kesempatan,” kata dia.

Tambah Madellu, penyidikan terhadap kasus cold storage masih akan terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lainnya. Kaitan Panitia PHO jelas dia tidak terlibat karena pelaksananya tidak ada PHO, hanya diambil nomor formalitasnya tapi PHO tidak turun.

“Kita tunggu perkembangan kasus lebih lanjut. Sejauh ini kita baru tetapakan tiga tersangka,” pungkas Madellu.

Pantauan media ini, Kepala DKP Belu, SS bersama rekan Staf Manager lapangan CV Fat Jaya, DW mendatangi Kantor Kejari Belu kurang lebih pukul 09.00 Wita. Yang bersangkutan kooperatif dalam menjalankan pemeriksaan oleh tim penyidik Kejari.

Pukul 15.00 Wita, kedua tersangka didampingi Kasi Intel, Charles Hutabarat dan Kasi Pidsus, Dany A.M Salmun melakukan cek kesehatan di RST Wirasakti, guna memastikan kondisi kesehatan. Pemeriksaan selesai pukul 15.40 Wita, selanjutnya kedua tersangka langsung ditahan di Lapas Atambua.

Baca Juga :   Jaga Kamtibmas, Kapolsek Malaka Tengah Siap Bangun Kerja Sama

Terpisah, Kepala DKP Belu, SS yang dikonfirmasi media mengatakan, dirinya menerima penetapan sebagai tersangka oleh jaksa terkait kasus proyek cold storage. “Kita ikuti mekanisme proses hukum,” ucap dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top