RAGAM

Mada: Pelajar Harus Jadi Pelopor Disiplin Berlalulintas

BETUN, Kilastimor.com-Pelajar harus bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalulintas. Pasalnya, pelajar adalah generasi muda penerus bangsa kedepan. Sebagai generasi muda, sejak dini harus benar memahami dan menanamkan disiplin berlalulintas agar bisa memberikan keselamatan bagi dirinya dan juga bagi pengguna jalan lainnya. Hal itu disampaikan Kapolsek Malaka Tengah, IPTU Frits Mada, SH kepada wartawan usai memberikan sosialisasi kepada siswa baru SMA Sinar Pancasila, di Betun, Jumat (22/7).

Siswa SMA Sinar Pancasila bertekad Tertib Lalin di Betun.

Siswa SMA Sinar Pancasila bertekad Tertib Lalin di Betun.

Menurutnya, kesadaran berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, khususnya bagi para pelajar agar mereka sungguh mengetahui pentingnya berlalu lintas dengan mematuhi etika berlalulintas.

“Kita harapkan melalui sosialisasi ini para siswa benar-benar memahami etika berlalulintas sehingga bila dirinya sudah memenuhi persyaratan berkendaraan maka bisa memperhatikan persoalan-persoalan penting yang harus dipatuhi saat berlalulintas,” ungkapnya.

Para siswa tambahnya, perlu mengetahui aturan berlalulintas, memiliki SIM, dilengkapi surat kendaraan dan kelayakan kendaraan yang digunakan, menggunakan helm standard dan mentaati rambu-rambu lalulintas. “Kita dari pihak Kepolisian tetap melakukan sosialisasi kepada para siswa agar memperhatikan masalah itu kedepan karena kondisi kita saat ini pelanggaran terbesar berlalulintas di Kota Betun berasal dari para siswa,” ungkapnya.

Kesadaran berlalulintas dengan menggunakan etika berlalulintas sebutnya, harus dikampanyekan secara terus menerus sehingga benar dipahami para siswa dan juga masyarakat pengguna jalan.
Masalah keamanan dan kenyamanan berlalulintas menjadi tanggung jawab bersama. Polisi tetap hadir ditengah masyarakat untuk mengatur ketertiban berlalulintas. Walau begitu, orang tua juga bisa berperan mengingatkan putra/inya agar berkendaraan sesuai aturan lalulintas. Kalau belum cukup umur dan tidak memiliki SIM maka tidak diperkenankan membawa kendaraan ke sekolah. Kalau siswa yang sudah memiliki SIM perlu diingatkan orang tuanya mengenakan helm standar untuk keselamatan dirinya selama dijalan serta mematuhi etika berlalulintas saat berada di jalan.

Baca Juga :   Catatan Permenungan Putra NTT

Para guru pun imbuhnya, harus bisa mengambil peran memberikan arahan kepada siswanya yang kesekolah tidak menggunakan helm, karena sangat membahayakan dirinya selama berada di jalan raya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top