RAGAM

Mahasiswa Undana Sosialisasikan Aturan TKI bagi Masyarakat Motaulun

BETUN, Kilastimor.com-Persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi isu hangat yang dibicarakan di tengah masyarakat NTT. Terkadang motivasi warga merubah hidup melalui bekerja sebagai TKI diluar daerah dan luar negeri, namun hasil yang didapatkan berbanding terbalik. TKI sering ditipu cukong pencari kerja dan terkadang diperjual belikan secara illegal dan terakhir sangat merugikan pekerja secara material dan immaterial. Kondisi seperti ini perlu diakhiri dan kita bertugas memberikan pencerahan kepada masyarakat sehingga TKI ilegal dapat dieleminir.

Mahasiswa Undana

Mahasiswa Undana

Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar agar bekerja diluar sebagai TKI sesuai aturan sehingga dapat melindungi mereka dari hal-hal negatif yang merugikan pencari kerja. Hal itu disampaikan Ketua Kelompok KKN Mahasiswa Undana , John Waluanja saat melakukan sosialisasi tentang TKI di dusun Motaulun Babunuk-Desa Motaulun-Kecamatan Malaka Barat, Kamis (21/7).

Menurut John, selama melakukan KKN di desa Motaulun selama dua bulan yang diikuti 14 Mahasiswa Undana dari berbagai jurusan mengusung Thema KKN, Membangun Desa akan melaksanan dua program wajib dari kampus yakni sosialisasi tentang masalah TKI dan Pemanfaatan lahan terpadu bagi setiap keluarga di Desa Motaulun.

Persoalan TKI adalah isu bersama yang dihadapi bersama di NTT. Dunia perguruan tinggi melihatnya sebagai isu sentral yang harus mendapat perhatian bersama seluruh komponen masyarakat termasuk dunia kampus. Dalam KKN di Motaulun kita akan melakukan sosialisasi terkait persoalan TKI di berbagai dusun. Pihaknya menyampaikan berbagai masukan soal TKI dan membangun diskusi bersama warga guna mencarikan benang merah terkait TKI illegal yang dialami bersama.

Baca Juga :   Dua Kader Desa Model dari Malaka Diminta Bagikan Ilmu kepada Masyarakat

Program wajib lainnya dari Kampus yang harus dilaksanakan di Desa Motaulun adalah pemanfaatan lahan pekarangan terpadu masyarakat desa. Pragram wajib ini sangat menarik untuk dilaksanakan dan menjadi isu yang sangat penting ketika pemerintah daerah Kabupaten Malaka menggelar program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Malaka dibidang Revolusi Pertanian. Selama ini kita di NTT cenderung untuk melakukan aktivitas pertanian di kebun sementara lahan pekarangan masyarakat di setiap rumah belum dioptimalkan pemanfaatannya, padahal bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi penguatan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Mahasiswa KKN akan menyatu dengan masyarakat membuat demplot terkait pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanaman tanaman terpadu disetiap pekarangan. Pertama, kita akan memberikan pemahanan terkait pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Kedua, kita juga akan berproses dengan contoh konkrit bagimana merencanakan tanaman terpadu yang bernilai ekonomis bagi keluarga dengan lahan pekarangan yang dimiliki. “Kita ajak setiap keluarga untuk melakukan perencanaan sebelum melakukan kegiatan sehingga masyarakat tidak asal tanam tetapi harus mendukung pangan keluarga dan memberikan nilai ekonomis untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Desa Motaulun, Andreas Klau secara terpisah kepada wartawan di Motaulun mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas keputusan Undana untuk melakukan KKN di wilayah Desa Motaulun. Seluruh warga senang karena mahasiswa bisa melakukan KKN di Motaulun. Untuk kegiatan sosialisasi TKI akan kita lakukan disetiap dusun dan pemerintah desa siap memfasilitasi karena materi tiu sangat penting dan dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga :   Paket TULUS Bersama Tim Refreshing di Pantai Motadikin

Pemerintah desa juga akan memfasilitasi supaya proaktif mengikuti kegiatan KKN Mahasiswa Undana untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah secara terpadu. “Kita semuanya menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Undana. Selain bisa memberikan hal-hal positif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga, kehadiran mahasiswa KKN bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi warga menyekolahkan anak-anaknya di perguruan tinggi. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top