RAGAM

Perbatasan yang Aman jadi Komitmen Yonif 641/BRG dan UPF-PNTL

ATAMBUA, Kilastimor.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 641/Beruang terus menjalin kerja sama dengan Satgas UPF-PNTL dalam memperkuat dan menjaga keamanan di daerah perbatasan Sektor Timur, perbatasan RI-Timor Leste.

Dansatgas Sektor Timur Yonif Raider 641/BRG, Letkol Inf. Wayan Herlambang dalam acara temu muka Satgas bersama jajaran UPF-PNTL di Mako Satgas, Umanen, Atambua Barat, Rabu (20/7) menjelaskan, hubungan antara Negara Indonesia dan Timor Leste sudah terjalin begitu erat. Secara geografi budaya dan adat istiadat kedua negara sama, begitu pula cuaca alam dan iklim yang hampir sama. Kondisi tersebut sudah membentuk hubungan bilateral kedua negara, khususnya keamanan di wilayah perbatasan. “Kita harapkan kondisi daerah perbatasan kedua negara selalu aman,” ujar Herlambang.

Satgas Pamtas dan PNTL pose bersama.

Satgas Pamtas dan PNTL pose bersama.

Menurut dia, ini pengalaman penugasan operasi perbatasan Yonif Raider 641/Beruang yang kedua kali. Sebelumnya telah bertugas di daerah perbatasan antara Kalimantan dan Malaysia.
“Yang dibutuhkan etos kerja. Kami dan UPF akan bekerjasama, dan komitmen menjaga kedaulatan serta keamanan di wilayah perbatasan. Sehingga hubungan kedua aparat keamanan di tapal batas tetap harmonis,” ujar dia.

Dijelaskan, guna meningkatkan hubungan yang lebih erat, Satgas Yonif 641 merencanakan agenda kerjasama dengan MoU dalam skala kecil antar kedua Satgas, tentang teknis bagaimana kerja sama menyelesaikan masalah-masalah di sepanjang garis perbatasan sektor timur.
“Kami tawarkan kerja sama patroli bersama, tukar menukar informasi seputar kegiatan di batas, juga akan saling kunjung-mengunjungi. Silaturahmi ini dapat ditingkatkan selain di Mako juga di pos-pos terus dijalin sehingga keamanan perbatasan kedua negara tetap terjalin dengan baik,” sebut Herlambang.

Baca Juga :   Fast Products Of cliffnotes reviewingwriting In The Uk

Dansatgas UPF-PNTL, Superintedente Police Joao Belo Dos Reis menuturkan, rencana kerjasama kedepan dengan Satgas Yonif 641 Raider guna menyelesaikan masalah-masalah dibatas akan didiskusikan pihaknya selanjutnya disampaikan ke pusat.

“Kita siap kerjasama dan akan tingkatkan koordinasi yang lebih baik dan selalu terciptanya kedamaian, senyum warga di perbatasan tetap terpancar,” ujar Joao.

Diharapkan, kerja sama antara Satgas dan UPF-PNTL lebih meningkatkan hubungan yang erat dan keharmonisan warga kedua negara di tapal batas tetap terjalin.
“Secara kultur warga kedua negara tidak bisa pisahkan karena masih satu budaya dan adat yang menyatukan mereka,” jelas Joao.

Pantauan media ini, dalam acara tersebut masing-masing kedua Satgas perbatasan saling menyerahkan cenderamata sebagai bentuk saling mengikat satu sama lain sebagai saudara dalam menjaga kedaulatan serta keamanan di wilayah perbatasan kedua negara.

Untuk diketahui, acara tersebut dihadiri juga Konsulade RDTL untuk Indonesia di Atambua, seluruh perwira Satgas Pamtas Sektor Timur RI-RDTL Yonif Raider 641/Beruang serta Pamen UPF-PNTL yang bertugas di sepanjang garis perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top