RAGAM

Persmadar Pamerkan Budaya Malaka di Malang

BETUN, Kilastimor.com-Persatuan Mahasiswa Dawan R (Persmadar) Malang harus tampil sebagai duta budaya Malaka diluar Malaka. Pelestarian budaya Malaka tidak harus dilakukan di lingkup daerah Malaka dan daratan Timor tetapi harus dilakukan juga diluar NTT dari Sabang sampai Merauke sehingga dikenal masyarakat luas.

Mahasiswa Malaka yang berada diluar NTT harus tampil sebagai garda depan dan duta budaya guna mengenalkan kekayaan budaya daerah Kabupaten Malaka supaya dikenal masyarakat luas.

Mahasiswa Persmadar Perankan tujuh bidadari.

Mahasiswi Persmadar Perankan tujuh bidadari.

Ketua Umum Persmadar Malang, Vergilius Berek Nana kepada wartawan dari Malang mengungkapkan pihaknya belum lama ini mementaskan teatrikal Bidu danTebe dalam ajang festival budaya nusantara yang digelar oleh Universitas Kanjuruhan Malang.

Konsep berpikir untuk mengenalkan budaya daerah Malaka harus berubah. Semua pecinta Malaka harus kreatif memanfaatkan peluang dan momen mengenalkan Malaka melalui berbagai even penting yang terjadi. Mahasiswa Malaka di Malang melihat peluang itu. Mahasiswa harus jadi garda depan mengenalkan Budaya Malaka diluar Malaka, supaya dikenal masyarakat luas. “Itu tanggung jawab kita bersama untuk membangu kabupaten Malaka tercinta dan peluang itu dilihat Persmadar Malang,” ungkapnya.

Dikemukakan, Persmadar melihat sosialisasi dan promosi budaya daerah harus menjadi komitmen setiap orang Malaka diluar daerah termasuk mahasiswa, untuk memperkenalkan budaya Malaka. Orang Malaka kaya budaya daerah sehingga harus dikenalkan semua orang termasuk mahasiswa. Hal itu menjadi komitmen Persmadar Malang sekaligus sebagai upaya menjawab visi misi Persmadar yaitu menjaga, melestarikan, dan mensosialisasikan budaya masyarakat Malaka di tanah rantau, khususnya Kota Malang. “Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi Persmadar Malang. Mahasiswaasal Dawan R dari  KabupatenMalaka-Nusa Tenggara Timur, yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Mahasiswa Dawan R (PERSMADAR) Malang kembali memperkenalkan budaya khas Malaka kepada publik lewat pertunjukkan teatrikal Bidu danTebe dalam ajang festival budaya nusantara yang digelar oleh Universitas Kanjuruhan Malang,” sebutnya

Baca Juga :   Ulu Emanuel: 33 Pejabat Eselon III Ikut Seleksi untuk Isi Sembilan Jabatan yang Lowong

Festival Budaya Nusantara tersebut digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis Kampus yang ke XII. Partisipasi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PERSMADAR Malang dalam ajang festival budaya Nusantara tersebut, selain untuk terlibat aktif secara langsung di lingkup kampus, juga dimaksudkan sebagai upaya memenuhi tanggung jawab sebagai mahasiswa atau generasi muda yang bertanggungjawab penuh kepada warisan budaya leluhur Malaka.

Tebe

Tebe

Pentas Teatrikal Bidu dan Tebe yang dibawakan PERSMADAR Malang diangkat dari cerita rakyat 7 (tujuh) bidadari yang dikolaborasikan dengan tata cara perkawinan masyarakat Dawan R (Salah satu suku besar yang menetap di 5 kacamatan di Malaka.

Tarian kolaborasi ini mementaskan ketujuh bidadari turun dari kayangan dan mandi di sebuah telaga (yang diperagakan lewat tarian bidu) lalu pakaian bidadari paling bungsu (beteikun) hilang dicuri oleh Mane Ikun, dan pada akhirnya keduanya bertemu dan menikah, (upacara pernikahan dipentaskan menurut upacara perkawinan masyarakat Malaka dan akhirnya ditutup denganTebe Bot, sebagai ekspresi kegembiraan masyarakat Malaka pada umumnya dalam suatu upacara perkawinan.

Festival Budaya Nusantara yang digelar oleh kampus berjuluk“The Multiculture University” tersebut melibatkan puluhan organisasi daerah dari berbagai pulau, seperti Kalimantan, Jawa, Flores, Bima, dan Pulau Timor yang tampil dengan kekhasan budayanya masing-masing. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top