RAGAM

Sebagai Sekolah Klaster, SMAN Harekakae Terapkan K-13

BETUN, Kilastimor.com-SMAN Harekakae, Kecamatan Malaka Tengah-Kabupaten Malaka pada tahun pelajaran 2016/2017 akan menerapkan Kurikulum 13 (K-13) ) bagi siswa kelas X. Untuk mewujudkan rencana itu SMAN Harekakae tetap berbenah menata SDM Guru melalui diklat MGMP agar mampu membuat silabus dan RPP.
Sementara itu SMAN Harekakae tetap menyiapkan infrastruktur seperti alat peraga dan sistem penilaian guna kelancaran penerapan K-13 di sekolah.
Demikian Kepala Sekolah SMAN Harekakae, Roberth Bria Tahuk, S.Pd kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/7).

Kasek

Roberth Bria Tahuk

SMAN Harekakae mulai tahun ini dipercaya Pemkab Malaka dan Pemprov NTT sebagai induk klaster pelaksanaan K-13. Terkait SDM Pengajar, SMAN Harekakae akan melaksanakan Diklat MGMP bagi seluruh guru dalam rangka pembelajaran sesuai ketentuan kementrian agar mampu membuat silabus dan RPP sesuai petunjuk dan ketentuan K-13.

Diklat K-13 sudah diikuti Guru SMAN Harekakae sebanyak 30 orang. Lima orang ikut latihan di Provinsi dan 25 lainnya di Kabupaten, dari total 67 guru SMAN Harekakae. Sisa guru yang belum ikut akan diselenggarakan IKA untuk memberikan diklat bagi guru-guru yang belum mengikuti pelatihan.

Sementara untuk infrastruktur seperti alat peraga dan sistim penilaian, sekolah sementara menyiapkan format untuk penilaian. Ini diberlakukan bagi siswa kelas X tahun pelajaran 2016/2017 karena penilaiannya tidak sama dengan kurikulum KTSP.
Keunggulan Kurikulum K-13 peserta didik diajarkan untuk ada perubahan karakter dan ada penanaman budi pekerti bagi siswa.

Baca Juga :   Fary Francis Resmi Buka SSB Bintang Timur di Atambua

Ketika ditanya wartawan terkait ketersediaan Buku K-13 yang menjadi buku pegangan guru dan siswa, Kasek Robert mengatakan bahwa buku-buku terbaru belum turun. Namun hingga saat ini buku K-13 tahun kemarin yang ada di perpustakaan bisa dimanfaatkan sambil menunggu pengadaan buku K-13 satu dua minggu kedepan melalui pengadaan buku K-13 Perubahan.

Buku yang ada di perpustakaan cukup memadai bagi guru dan siswa sehingga bisa dimanfaatkan dan semuanya mengakomodir siswa dalam semua mata pelajaran. Ada buku pegangan siswa dan ada buku pegangan guru. “Kita pastikan ketika guru masuk kelas dan mengajar maka ditangan siswa juga ada ada buku pegangan siswa. Kalau orang tua siswa menginginkan buku referensi lain, selain buku pegangan siswa yang disiapkan sekolah , silahkan orang tua mengadakan secara mandiri untuk menambah wawasan dan ilmunya siswa,” tukasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top