RAGAM

SMAN 1 Malaka Tengah-Besikama Terapkan K-13

BETUN, Kilastimor.com-Pelaksanaan Proses KBM bagi siswa kelas X SMAN Malaka Tengah Besikama, tahun pelajaran 2016/2017 menggunakan Kurikulum 2013 (K-13) pada lima rombel sesuai kapasitas jumlah siswa yang ada, sebanyak 185n siswa. Alat peraga dan sarana prasarana penunjang sudah ada. Buku pegangan siswa guru dan siswa tetap menggunakan buku K-13 yang sudah ada sejak tahun 2013, sambil menunggu petunjuk pembelian buku K-13 perubahan dari Kementerian dan Dinas Pendidikan Malaka. Kepala Sekolah SMAN 1 Malaka Tengah-Besikama, Antonius Atok mengatakan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (26/7).

Antonius Atok

Antonius Atok

Penerapan Kurikulum 2013 pada SMAN 1 Malaka Tengah, acuannya pada rombel sekarang yakni lima rombel. Masalah buku pegangan siswa dan guru pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kendidikan Kabupaten dan Provinsi. Sambil menunggu surat edaran kementerian, pihaknya menggunakan buku-buku K-13 yang sudah ada sebelumnya.

“Kita harus tunggu informasi sehingga pembelian buku-buku pegangan guru dan siswa sesuai acuan yang berlaku, karena tahun ini ada perubahan. Kita harapkan dalam waktu dekat sudah ada informasi terkait pemesanan buku-buku itu,” terangnya.

Masih menurutnya, pada tahun ajaran ini, pihaknya menerima 185 siswa baru untuk lima Rombongan Belajar (Rombel). Sesuai aturan rombel nasional, 1:35 sehingga satu guru bisa mampu membuat pendekatan dan pendampingan bagi siswa. Rasio siswa kelas XI dan XII juga sama.

Baca Juga :   Selalu Ada Kasus Baru, Bupati Belu Imbau Masyarakat Taati Prokes

Ketika ditanya wartawan terkait ketersediaan dan kelayakan sarana prasarana, Anton mengatakan ada 6 ruang untuk KBM dalam kondisi parah dan membutuhkan penanganan segera. Tiga ruang rusak berat. Saat hujan kemarin air masuk kedalam ruangan sehingga perlu penanganan melalui penimbunan sehingga pada saat KBM siswa dalam keadaan aman. Dan Tiga ruang lainnya rusak ringan namun perlu ditangani. Sarana laboratorium fisika rusak berat pada plafon yang hampir roboh dan membutuhkan penanganan. Laboratorium kimia ada dalam kondisi baik. Laboratorium biologi yang belum ada. Kita juga sudah memiliki perpustakaan sekolah yang lengkap dengan buku-bukunya sehingga program literasi bisa dilaksanakan di sekolah.

Jumlah guru di SMAN 1 Malaka Tengah Besikama sudah berlebihan dan sudah dilaporkan secara lisan ke dinas melalui Dikmen. Alat peraga sudah siap 80 persen berupa infokus. Dua puluh persen lainnya hanya kekurangan mebeler namun sementara dipesan di perusahaan meubeler dan dalam waktu dekat sudah bisa dimanfaatkan. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top