RAGAM

SMPK Besikama Libatkan Ortu Siswa dan Polisi Revisi Aturan Sekolah

BETUN, Kilastimor.com-SMPK St.Isidorus Besikama akan membahas kembali peraturan sekolah yang melibatkan guru, orang tua siswa dan pemerintah guna diterapkan di sekolah.

Aturan sekolah itu harus revisi karena perubahan situasi dan perkembangan dari waktu ke waktu, terutama terkait dengan penerapan HAM didunia pendidikan. “Kita akan duduk bersama para orang tua siswa, komite sekolah, aparat kepolisian dan Dinas PKPO Kabupaten Malaka guna membangun pemahaman yang sama, untuk menciptakan satu peraturan sekolah yang dipatuhi bersama semua pihak,” ujar Kepala Sekolah SMPK St. Isidorus Besikama, Nahak Balthasar kepada wartawan usai melakukan pertemuan bersama orang tua murid di Besikama, Selasa (26/7).

Kasek

Nahak Balthasar

Pihak kata dia, sudah mengagendakan pembahasan peraturan sekolah harus tetap untuk dituangkan dalam aturan sekolah yang mengikat semua pihak. Semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran di sekolah, harus memiliki pemahaman bersama terkait aturan sekolah baik siswa, guru, orang tua siswa sehingga dalam pelaksanaan bisa memiliki patokan untuk berlangkah.

Selama ini pihaknya memiliki aturan sekolah tetapi harus direvisi kembali, agar disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan yang terkini, terutama yang terkait persoalan penegakan HAM yang sudah masuk ke sekolah-sekolah. “Kita juga akan mengundang pihak Dinas PKPO Kabupaten Malaka dan Polsek Besikama untuk memberikan masukan-masukan penting terkait peraturan sekolah yang dibuat,” terangnya.

Menurut Nahak, penegakan disiplin datang dari disiplin waktu. Kalau ditepati maka semua kegiatan bisa dilakukan termasuk disiplin mengajar. Disiplin berpakaian harus sesuai aturan yang ditetapkan. Dalam pembahasan peraturan sekolah nanti, akan dibahas juga kenakalan siswa termasuk sanksinya. “HAM buat anak berkelahi dimana-mana, sehingga kalau berkelahi dua tiga kali maka dikenakan sanksi. Alpa lebih dari 3 hari maka orang tua dipanggil untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Baca Juga :   Besok, 225 CPNS K-2 Dikembalikan ke Malaka

Kasek Nahak Balthasar yang akrab dipanggil Pak Bala itu kepada wartawan mengatakan salah satu ciri SMPK St. Isidorus Besikama selama ini adalah menegakkan disiplin di sekolah khususnya disiplin waktu. Semua siswa dan guru harus disiplin dimana pukul 6.30 WITA semua siswa dan guru sudah harus siap di lapangan upacara. Tepat jam 7.00 apel pagi, dan 7.15 sudah KBM di kelas memulai pelajaran.

“Kita juga memiliki kekhasan lainnya yakni adanya penambahan jam pelajaran disekolah diluar jam pelajaran yang ditetapkan pemerintah. Biasanya Jam pelajaran yang ditetapkan pemerintah dalam seminggu sebanyak 32 jam dan kita tambah menjadi 36 atau 38 dalam seminggu dan langsung ditambahkan dalam pelajaran setiap hari.

Ketika ditanya wartawan terkait ketersediaan guru, Kasek Nahak mengatakan ketersediaan guru cukup memadai dengan total guru sebanyak 43 guru. Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sudah cukup. “Kita masih mengalami kekurangan guru mata pelajaran masing-masing kurang satu guru yakni IPS, Matamatika dan Fisika. Sementara guru Seni Budaya, PKN kita belum memiliki guru mata pelajaran itu. Untuk mengakalinya kita menggunakan guru-guru senior yang selama ini mendapatkan sertifikasi melalui mata pelajaran itu. Tahun 2016 SMPK St. Isidorus Besikama memiliki 546 siswa. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top