RAGAM

SMPN Bakiruk Surplus Guru, Namun Minim Sarana Prasarana

BETUN, Kilastimor.com-Dinas PKPO Kabupaten Malaka perlu melakukan evaluasi dan penataan kembali para guru yang mengajar diberbagai sekolah, agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah baik dari aspek jumlah, pesebaran, mata pelajaran dan kompetensi yang dimiliki.
Pemerintah juga perlu memperhatikan sarana prasarana belajar berupa ruangan kelas, ruang perpustakaan, ruang guru dan kantor sekolah.

Kasek

Flora Farida Moruk

“Tadi kita sudah buat laporan kepada dinas termasuk kelebihan guru dan kebutuhan sarana belajar di sekolah,” jelas Kepala SMPN Bakiruk, Flora Farida Moruk, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (27/7-2016).

Dijelaskan, aporan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMPN Bakiruk pada tahun pelajaran 2016/2017 telah disampaikan ke dinas hari ini. Dalam laporan itu, pihaknya mengambarkan semua kondisi riil di sekolah terkait jumlah siswa, keadaan guru, kebutuhan berbagai sarana prasarana pendidikan.

Khususnya untuk ketersediaan tenaga guru, SMPN Bakiruk mengalami kelebihan tenaga guru pada beberapa mata pelajaran khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia kelebihan masing-masing tiga guru.

“Kita memiliki Guru PNS sebanyak 12 orang dan satu tidak aktif karena sakit. Tenaga Kontrak Daerah sebanyak 16 orang dan guru Honor sebanyak 5 orang. Ada beberapa tenaga guru kontrak yang mata pelajarannya nol jam karena untuk dibagi lagi tidak bisa karena sudah ditangani tenaga PNS guru sertifikasi. Guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing kelebihan tiga guru dan terpaksa kita beri nol jam. Guru Mata pelajaran Biologi dan sejarah masing-masing kita lebih 1 guru. Kita masih kekurangan dua tenaga guru untuk mata pelajaran ekonomi dan fisika. Lainnya sudah lengkap dan sarjana semua. Saat dilakukan penempatan oleh pemerintah kita sudah kirimkan laporannya kepada Bupati dan tembusannya juga disampaikan kepada BKD dan dinas,” tuturnya.

Baca Juga :   Celaka Motor, Siswa SMA Insana Ikut UN Diatas Mobil Pick Up

Diharapkan kedepan dalam penempatan tenaga guru supaya memperhatikan kebutuhan sekolah sehingga tidak kelebihan guru. Guru yang ada perlu dibagi ke sekolah yang membutuhkan sehingga tidak ada penumpukan tenaga guru di sekolah.

Khususnya dibidang sarana pendidikan, sejak Maret 2014 bertugas, sarana prasarana yang ada berupa enam ruang kelas dan sanitasi. Sejak 2014 masih belum ada perubahan. Dari enam ruangan itu hanya digunakan 5 ruang untuk KBM dan 1 ruang lainnya disekat untuk ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha dan perpustakaan. Kita sudah ajukan permohonan untuk penambahan sarana prasarana namun belum diaklomodir.

Jumlah siswa kami 180 an harus dibagi 7 rombel tetapi karena kekurangan rombel maka dibagi dalam 5 rombel. Perpustakaan, Semua laboraatorium belum ada dan sanitasi MCK juga kuramg sehat dan perlu mendapatkan perbaikan kedepan. Kedepan, kita rencanakan mau pindahkan MCK Siswa dan Guru ke Belakang menggunakan lahan dan sumur bekas yang tidak dimanfaatkan. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top