RAGAM

Sumur Terkontaminasi Banjir, Warga Rabasa Butuh Bantuan Air Bersih

BETUN, Kilastimor.com-Warga Desa Rabasa Kecamatan Malaka Barat untuk saat ini sangat membutuhkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ada 6 sumur permanen yang dikerjakan melalui program PNPM beberapa tahun lalu namun semuanya terkontaminasi banjir, termasuk sumur darurat milik masyarakat.

Rumah warga Rabasa tergenang banjir.

Rumah warga Rabasa tergenang banjir.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat ini warga masih menggunakan air hujan. Hal itu disampaikan Kepala Desa Rabasa, Edmundus Bere Klau kepada wartawan di Rabasa, Jumat (15/7-2016).

Untuk kondisi terakhir didalam wilayah dusun masih digenangi luapan banjir sehingga masyarakat belum bisa melakukan pembersihan sumur. Kita sudah koordinasi dengan Puskesmas untuk kebutuhan Kaporit namun belum bisa dilakukan karena kondisi banjir masih menggenangi areal perkampungan. Warga masih bisa tertolong karena ada hujan sehingga mereka tadah air hujan untuk dikonsumsi. Kita akan melakukan koordinasi dengan pemerintah sehingga bisa mengintervensi pengadaan air bersih melalui tangki supaya bisa dimanfaatkan masyarakat.

Puncak banjir terjadi kemarin Kamis (14/7) dan sempat reda malam harinya tetapi kembali bertambah pada tengah malam dan belum berkurang sampai sekarang.

Dampak banjir, ada belasan rumah warga yang terbongkar dindingnya karena terbuat dari bebak. Sampai pagi ini ada 156 KK laporkan lahan pertaniannya digenangi banjir. Luasan dan kerugian akibat banjir belum dilaporkan. Dari pantauan, tanaman yang banyak mengalami kerusakan adalah tanaman padi milik masyarakat yang masih berumur 2 hingga 4 minggu. Untuk saat ini kerusakan tanaman pasa lahan basah sekitar 15 hektaran, Lahan kering yang ditanamani jagung sekitar 3 ha yang terendam banjir. Jumlah itu masih bisa bertambah dan masih dilakukan pendataan karena belum banyak warga yang bisa ke lahan pertanian lantaran masih digenangi banjir.

Baca Juga :   SBS: Pembangunan Jalan Harus Berkualitas

Khususnya untuk Pelayanan kesehatan, bisa dilakukan di Kantor Desa Rabasa karena kondisinya saat ini sudah kering. Kita berharap petugas kesehatan bisa melakukan pemantauan dan melakukan pelayanan secara teratur di Kantor desa Rabasa terutama dampak pasca banjir bagi masyarakat. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top