RAGAM

Wabup Ose Luan Ingatkan Delapan Penjabat Desa untuk Tidak Ciptakan Konflik

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan melantik delapan PNS sebagai Penjabat Kepala Desa pada tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Tasifeto Barat, Tasifeto Timur dan Raimanuk yang berlangsung di ruang kerja Wabup, Sabtu (16/7).

Delapan Penjabat Kades yang dilantik yakni, Maximus Loi Malik sebagai Penjabat Kades Bauho, Balthasar Hati, Penjabat Kades Fatuba’a, Fransiskus Beas, Penjabat Kades Lawalutolus, Aloysius Suri, Penjabat Kades Rinbesihat, Alfridus Bauk Penjabat Kades Derok Faturene, Karlus Kiik Penjabat Kades Renrua, Hironimus Rae Penjabat Kades Mandeu Raimanus dan Seran Anselmus Penjabat Kades Faturika.

Wabup Belu lantik delapan Pj. Kades.

Wabup Belu lantik delapan Pj. Kades.

Dalam sambutannya Wabup Ose mengatakan, saat ini sedang alami masa transisi untuk pemilihan Kades serentak pada 3 Oktober mendatang. Delapan PNS ini diberikan kepercayaan oleh Bupati untuk jadi Penjabat Kades. “SK diteken Bupati karena itu adalah kewenangan Bupati, dan saya hanya melaksanakan pelantikan,” ujar Luan.

Tugas Penjabat Kepala Desa untuk menyelesaikan seluruh dokumen perencanaan anggaran tahun lalu dan tahun ini tepat waktu, yang belum disampaikan oleh Kepala Desa sebelumnya. Sehingga proses pencalonan Kepala Desa yang menjadi tugas utama Penjabat bisa terlaksana dengan baik.

“Menjadi Penjabat Kades itu memiliki tugas tidak beda dengan Kades defenitif. Untuk 6 bulan kedepan anda diberikan kesempatan sebagai Penjabat untuk memimpin sampai pemilihan Kades terpilih mendatang,” ucap mantan Sekda Belu itu.

Baca Juga :   Kemenparekraf Jadikan Belu Kota Festival. Lusinan Program akan Diluncurkan

Dituturkan, delapan PNS ini diberikan kepercayaan sebagai Penjabat dan tugasnya sangat berat. Oleh karena itu Pimpinan SKPD harus tetap mendampingi bawahan yang menjabat sebagai Penjabat Kades selama melaksanakan tugas. “Mereka laksanakan tugas sebagai Penjabat Kades dan Pimpinan terus dampingi mereka sehingga mereka tidak berjalan sendiri,” pinta dia.

Masih menurut Wabup, tidak ada kepentingan yang termuat dalam proses pelantikan delapan Penjabat Kades. Kepentingan Penjabat Kades melayani masyarakat desa sesuai dengan tugas utamanya yang ada. Bersama panitia desa lakukan pencalonan denga baik, mengugurkan calon harus dengan satu dasar yang kuat, bukan berdasarkan kepentingan.

“Khusus Desa Fatuba’a dan Lawalutolus ada tantangan berat. Konsultasi dengan panitia kabupaten, dan itu bukan kewenangan panitia untuk putuskan, kecuali memberikan pencerahan. Manfaatkan kekuatan untuk selesaikan masalah di Desa. Kita tidak boleh toleh kebelakang, tapi harus menatap kedepan dan itu baru demokratis,” tandas dia.

Dijelaskan, Penjabat Kades yang dipilih jangan penakut, tapi berani untuk menyelesaikan tugas-tugas di desa dan melancarkan semua urusan dokumen perencanaan dana anggaran.
Kepada Camat, dititipkan Penjabat Kades agar bersama-sama melakukan proses pencalonan sesuai dengan tahapan dan mekanisme yang ada.

“Garuda dan latar belakang hitam itu dasar yang kokoh mengemban tugas dan laksanakan dengan baik. Selalu bangun koordinasi dan lakukan kerjasama yang baik. Penjabat Kades tidak boleh ciptakan konflik di Desa,” ketus Luan.

Baca Juga :   PDAM TTS: Warga Nonohonis Sudah Nikmati Air Bersih Pasca Penyambungan Jaringan Pipa Baru

Turut hadir pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah delapan Penjabat Kades, Kasat Pol PP Belu, Kaban Kesbangpol, Kadis PPKAD, Kabag Hukum, Camat Tastim dan Camat Tasbar. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top