HUKUM & KRIMINAL

Kasus Penembakan Marzuki di Halikelen Misterius

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus penembakan terhadap Marzuki (30) sopir truk ekspedisi Bhakti Citra Abadi (BCA) yang dilakukan oleh orang tak dikenal di jalur Halikelen jurusan Atambua-Kupang pada Kamis 12 Maret 2015 lalu masih misterius.
Pasalnya, hingga dengan saat telah dua kali pergantian Kapolres kasus tersebut belum terungkap. Kepolisian belum menetapkan pelaku penembakan misterius yang menewaskan Marzuki pria asal Makasar itu sebagai tersangka.

Terkait hal tersebut Kapolres Belu, AKBP. Michael Ken Lingga yang dikonfirmasi media beberapa waktu lalu menuturkan, kasus penembakan Halikelen masih dalam pengembangan pihaknya. “Kita masih lakukan penyidikan kasusnya,” ucap dia singkat.

Lanjut Michael, kasus penembakan tersebut sementara dikembangkan di Polres Belu, karena locus delicti atau tempat kejadian perkara penembakan berada dalam wilayah hukum Polres Belu.

Michael Lingga

Michael Ken Lingga

Diberitakan sebelumnya, kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya Marzuki (30) sopir truk ekspedisi Bhakti Citra Abadi (BCA) terjadi sekitarnya pukul 14.00 Wita. Korban yang mengendarai kendaraannya dengan nomor polisi DH 9999 AD baru balik dari Dili negara Timor Leste bersama rekan truck lain baru hendak menuju Kupang, namun saat melintasi jalur di kilo meter 14 Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Marzuki ditembak oleh orang tak dikenal dan meninggal dunia.

AKBP Raja Sinambela yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Belu, Jumat (13/3) langsung mendatangkan tim forensik dari Polda untuk melakukan otopsi pada jenazah korban Marzuki. Proses otopsi berlangsung di ruang IPJ RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua.

Baca Juga :   Kebijakan Promosi Pariwisata Pemda Malaka Diapresiasi Pemuda Aintasi

Hasil otopsi tim forensik berhasil menemukan benda berupa proyektil yang bersarang di tubuh korban. Hasil otopsi langsung di kirim ke Lafor Mabes Polri untuk uji balistik guna mengungkap jenis proyektil tersebut. Hingga saat ini kasus penembakan yang menewaskan Marzuki masih misterius dan belum terungkap siapa pelaku penembakan.

Sementara itu Kapolres AKBP Dewa Putu Gede Artha yang menggantikan AKBP Raja Sinembal menyampaikan bahwa, kalau kasus penembakan Halikelen yang menyebabkan tewasnya Marzuki sopir kendaraan ekspedisi itu merupakan kasus tunggakan dari masa jabatan Kapolres Belu sebelumnya. “Kasus penembakan Halikelen itu kasus tunggakan Kapolres Belu sebelumnya,” papar Artha. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top