RAGAM

Bunga: Pengerjaan Ruas Jalan Lingkungan di Laran, Wehali, Sesuai Bestek

BETUN, Kilastimor.com-Pengerjaan ruas jalan lingkungan di Dusun Laran-Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah oleh Dinas PU Provinsi NTT melalui Kontraktor Pelaksana, CV. Taman Sari, Pimpinan Victor Samara dengan nilai Rp 1, 6 miliar sudah sesuai bestek dan RAB. Tembok Penahan yang belum dikerjakan mulai titik nol didepan Kantor Dispenduk Malaka sampai di belokan pertama ada deker sesuai dokumen kontrak kerja hanya untuk pengerjaan lapen, tanpa dilengkapi pengerjaan tembok penahan dan pengurukan badan jalan.

Bunga

David C. Bunga

Pasalnya, sepanjang ruas jalan itu dalam tahun 2015 ada pengerjaan saluran dan tembok penahan menggunakan dana APBD II Malaka, dan hingga Pemprov mau mengerjakan ruas jalan itu, pekerjaan tersebut belum diserahterimakan (FHO). Solusinya, Pemprov NTT melalui Dinas PU melakukan CCO dan adendum untuk memindahkan tembok penahan setelah deker menuju SDI Laran disepanjang ruas jalan itu, dan melakukan penimbunan berupa urukan di ruas jalan di desa Bakiruk.

PU Propinsi sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Malaka dan ternyata dalam pengerjaan saluran dan tembok penahan dan saluran tahun 2015 melalui APBD II belum ada serah terima, sehingga solusinya harus adendum. Hal itu disampaikan Site Engginer CV. Prima Jaya, David C. Bunga,ST dan Direksi Pekerjaan Dinas PU Provinsi NTT, Yunus Papagai secara terpisah kepada wartawan di Betun, Rabu (24/8/2016).

Baca Juga :   Hargai Jasa Wali Kota Kupang Pertama, Jalan Pulau Indah Diubah jadi Jalan Mesakh Amalo

Bunga mengatakan sebagai konsultan pengawas pekerjaan yang dikerjakan kontraktor berupa lapen. Pekerjaan itu sudah sesuai bestek dan gambar. Lebar jalan sesui dokumen kontrak 3 meter tanpa tembok penahan dan timbunan urukan. “Kita sebagai pengawas sudah bekerja sesuai dengan gambar dan RAB. Saat awalnya kita rencanakan untuk melakukan pengerjaan tembok penahan, tetapi pekerjaan saluran dan tembok penahan tahun 2015 melalui dana APBD II Malaka belum FHO. Kontraktor pelaksana yang bekerja tahun 2015 itupun tidak menutup lubang-lubang dan ditinggalkan dalam posisi masih menganga.

Menurut Bunga, sebelum pekerjaan itu dilaksanakan Dinas PU Propinsi NTT melakukan CCO dan tembok penahan dan urukannya dialihkan setelah Deker menuju SDI Laran dan dikerjakan sesuai perencanaan dengan volume yang sama. Intinya kontraktor bekerja sesuai RAB dan Bestek yang ditentukan. Kata Bunga, pengerjaan lapen jalan lingkungan itu ada tiga segmen yakni Segmen I di Laran sepanjang 533 meter, segmen II di desa Bakiruk jalur masuk dari Pak Alfons Klau sepanjang 833 meter dan segmen ketiga 136 meter ke arah Atokama.

Direksi Pekerjaan Dinas PU Propinsi NTT, Yunus Papagai mengatakan pengerjaan jalan lingkungan di Laran mulai dari titik nol sampai di belokan pertama ada deker kita hanya kerja lapen. Sementara untuk saluran dan tembok penahan dikerjakan APBD II tahun 2015 dan belum ada serah terima. “Kita hanya kerja lapen tanpa tembok penahan karena setelah melakukan pengecekan di PU Kabupaten Malaka, ternyata hingga saat lapen dikerjakan belum ada serah terima proyek pengerjaan saluran dan tembok penahan tahun 2015 itu. Kita ambil langkah lakukan CCO dan memindahkan pengerjaan tembok penahan dari jembatan menuju SDI Laran dan melakukan penimbunan pada ruas jalan lingkungan di wilayah desa Bakiruk,” ujarnya.

Baca Juga :   Pendidikan Harus Dijadikan Pelita Bagi Pembangunan Bangsa

Saat diambil titik nol sebelum dikerjakan, ternyata permukaan jalan sudah lebih tinggi dari saluran dan tembok penahan yang dikerjakan melalui APBD 2015.

Menurut Yunus, dalam pekerjaan jalan lingkungan itu awalnya kita diminta mengerjakan jalan itu dengan lebar 4 meter tetapi kita survey di lapangan ternyata di wilayah persawahan tidak ada penyerahan tanah dari masyarakat sehingga kita ambil langkah untuk CCO, dan melakukan perubahan volume dengan lebar jalan 3 meter melalui proses adendum. Jadi pengerjaan jalan lingkungan di Laran-Desa Wehali sudah sesuai bestek dan dokumen kontrak sehingga tidak usah dipersoalkan. Kalau pengerjaan tembok penahan dan urukan sertu bisa dilakukan bisa menggunakan dana APBD II Malaka, karena dari provinsi tidak bisa mengesekusi kegiatan itu. Selain itu pengerjaan saluran dan tembok penahan hingga saat ini belum ada FHO (penyerahan ) sehingga Pemda Malaka melalui dinas PU Kabupaten, bisa meminta kontraktor pelaksana menimbun bahu jalan agar tidak berlubang dan menganga seperti sekarang. Kalau Dinas PU Provinsi yang mengerjakan, hasilnya tidak seperti itu. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top