EKONOMI

Bupati Belu: Pepaya California Miliki Nilai Ekonomi yang Menjanjikan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama Kelompok Tani Pelita Kasih melakukan panen simbolis pepaya varietas California di lahan misi SVD Nenuk Timor di Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Senin (1/8/2016).

Budidaya pepaya variates California di Belu merupakan yang pertama kali. Sebanyak 1.600 pohon pepaya California ditanam diatas lahan seluas 1,5 hektare oleh kelompok tani Pelita Kasih sejak bulan Februari lalu dan 0,5 hektare ditanam lokasi trans Naekasa di setiap kintal rumah tangga. Kelompok Tani Pelita Kasih beranggotakan 20 orang dampingan Bruder Elfirid SVD.

Bupati Belu panen Pepaya California.

Bupati Belu panen Pepaya California.

Bupati Willy Lay mengaku sangat senang dengan panen pepaya yang ditanam Kelompok Tani Pelita Kasih. Produktivitas pepaya California cukup tinggi karena satu pohon mampu menghasilkan kurang lebih 20 buah bahkan ada yang buahnya lebih.

“Kita mendukung budidaya pepaya California ini, karena nilai ekonominya sangat menjanjikan peningkatan kesejahteraan petani. Satu pohon hasilkan 20 buah rata-rata dijual 15 ribu perbuah, maka satu pohon bisa menghasilkan Rp 300 ribu, kalau sekarang 1.600 pohon maka sekitar 240 juta,” ujar dia.

Dituturkan, lahan masyarakat di wilayah Kabupaten Belu sangat berpotensi untuk usaha pengembangan komoditi termasuk tanaman holtikultural. Hanya saja selama ini pemanfaatannya belum maksimal. Oleh karena itu diminta Kadis Perindustrian dan Perdagangan Belu untuk memberi dukungan terhadap produksi pepaya California.

Baca Juga :   Wemasa Bakal Dijadikan Sentra Pengembangan Pemukiman dan Pertanian

“Kalau Pater Tarsi setuju saya minta Kadis untuk bantu cari pasaran. Nanti didepan kantor sediakan tempat jualan pepaya dan kami akan bantu satu timbangan untuk timbang buah pepaya sehingga saat jual harganya pasti,” jelas Lay dihadapan Pater Tarsi Atok SVD dan Pater Frans Tena SVD saat arahan bersama kelompok tani.

Dikatakan, dengan potensial lahan yang ada masyarakat Belu sebenarnya tidak perlu lagi mencari kerja dengan menjadi tenaga kerja di Kalimantan dan Malaysia lagi. Karena potensi lahan yang ada di Belu lebih menjanjikan peningkatan kesejahteraan asal ada kemauan untuk bekerja. “Masyarakat harus jadi manajer sendiri atau diri sendiri. Banyak lahan tidur yang berpotensi, kalau digarap secara baik, tenaga kerja yang pergi ke luar negeri akan berkurang,” ucap Lay.

“Saya minta camat dan desa harus bekerjasama untuk melihat masyarakat agar bekerja dengan baik yang ada di lapangan. PPL, Mantri tani harus membina dan ajarkan masyarakat cara membuat pupuk kompos dan lain sebagainya, jangan sampai kita tanya masyarakat mengerti pupuk tapi tidak tahu kompos,” ujar Lay mengingatkan.

Bupati Belu Pose bersama Kelompok Tani

Bupati Belu Pose bersama Kelompok Tani

Sementara itu, Pater Tarsi Atok SVD mengaku selama ini mereka terkendala dengan pendampingan dari petugas PPL, padahal masyarakat punya semangat untuk bekerja bercocok tanam seperti tanaman holtikultural.
“Sering kali kegagalan kita hanya diberikan bantuan bibit, tapi tidak ada pendampingan lanjut, sehingga kita tidak tahu pemanfaatannya,” sebut dia.

Baca Juga :   NSS Gratiskan Empat Kali Angsuran Pembelian Vario 125

Diharapkan kedepan untuk jajaran dinas teknis lebih serius menjalankan tugas dengan baik terutama dalam melakukan pendampingan kepada kelompok tani yang ada di wilayah Belu. “Kalau ada perhatian tolong bagi dengan kami juga. Kami dari misi kerja bukan untuk keuntungan kami tapi memotivasi masyarakat agar mereka bisa melakukan sendiri,” ujar dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top