RAGAM

Bupati Puji Sekda Malaka. Pejabat Harus Miliki Otak Jernih dan Hati Murni

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka terus mewanti-wanti para stafnya, dalam memimpin SKPD. Pejabat eselon yang dilantik harus memiliki otak sehat, jernih dan hati yang murni dalam menjalankan tugasnya, agar bisa bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan masyarakat Malaka.
Pejabat yang memiliki otak bersih akan berbuat untuk kebaikan umat manusia. Pejabat yang hatinya murni, sifatnya akan menolong dan tidak menyusahkan orang lain. Hal itu perlu disampaikan secara terbuka, karena seorang pejabat eselon adalah ‘sasia dan tatanen’ Bupati dan wakil Bupati Malaka, sehingga harus senafas dan seirama untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, guna percepatan kesejahteraan rakyat.

Stefanus Bria Seran

Stefanus Bria Seran

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat memberikan sekapur sirih saat pelantikan Pejabat tinggi pratama lingkup pemkab Malaka di Betun belum lama ini menjelaskan, kalau pejabat itu otaknya kotor, maka jangan mengelola republik ini. Otak harus jernih untuk kebaikan umat manusia. Kedua, pejabat itu perlu memiliki hati yang murni. Artinya, dalam membuat sesuatu jangan ada niat untuk menyusahkan orang lain. “Jangan omong didepan A dibelakang B. Itu orang putar balik. Pejabat seperti itu tidak dipercaya walau gembar-gembor dimana-mana. Jadi seorang pejabat yang baik adalah omong A buat A , menghasilkan A. Atau rencanakan A, buat A, menghasilkan A dan mewartakan A. Itu baru benar. Tetapi kalau didepan A, dibelakang B dan ditempat lain C, maka itu pejabat putar balik. Pejabat seperti itu patut dicurigai karena menimbulkan kerawanan. Saya harus menyampaikan hal seperti ini karena pejabat eselon yang dilantik adalah ‘sasia tatanen’ (Kaki tangan) Bupati dan Wakil Bupati Malaka. Mereka harus senafas dan seirama dengan bupati Malaka dalam setiap aktifitas pengelolaan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :   Tambak Garam Malaka Serap Banyak Tenaga Kerja

Selama tiga tahun terakhir, pejabat eselon bebas tanpa kemudi. Seperti perahu kemudinya patah. Sekarang sudah ada kemudi yakni Bupati dan Wakil Bupati. Pak sekda termasuk orang hebat karena selama hampir setahun seorang diri sebagai penjabat tanpa dibantu wakil bupati dan Sekda tetapi masih mampu berdiri dan bekerja mengendalikan dengan baik, hingga ada bupati dan Wakil Bupati Malaka definitif.

“Saya bilang sama pak wakil, Sekda harus kerja keras, karena mengontrol semua pekerjaan. Pimpinan SKPD dalam menjalankan tugasnya sebagaimana ketentuan, bertanggungjawab kepada bupati melalui sekda. Artinya semua pekerjaan yang dilakukan SKPD harus mengetahui Sekda,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top