RAGAM

Desa Numponi Tempatkan Satu Tenaga Kesehatan di Setiap Dusun

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Desa Numponi terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di 12 dusun yang ada. Setiap dusun dilayani satu petugas kesehatan yang tinggal menetap di desa. Petugas kesehatan yang ditempatkan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sakit, tetapi melakukan tugas advokasi dibidang kesehatan dan pendidikan disetiap dusun sesuai kontrak kerja sama yang dilakukan.

Siprianus Manek Asa

Siprianus Manek Asa

Program pelayanan kesehatan itu bekerjasama dengan Puskesmas Seon sebagai pemilik tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang ditempatkan dibiayai dengan ADD desa Numponi. Hal itu dimaksudkan sebagai penjabaran konkrit lima program prioritas yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Malaka SBS-DA. Hal itu disampaikan Penjabat Desa Numponi, Siprianus Manek Asa (SMA) kepada wartawan disela acara pertandingan olah raga antar dusun di Desa Numponi, Minggu (21/8/2016).

Dikemukakan, pihaknya menempuh program itu sebagai implementasi konkrit program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang disesuaikan kebutuhan di desa. Pihaknya sudah berproses dengan BPD dan seluruh komponen masyarakat desa Numponi untuk mengalokasikan anggaran melalui ADD, guna mengintervensi kebutuhan masyarakat yang harus mendapatkan penanganan saat ini dibidang kesehatan.

Petugas kesehatan yang ditempatkan pada 12 dusun di Desa Numponi, pekerjaan mereka setiap hari selalu menyatu dengan masyarakat disetiap dusun. Sesuai kontrak, mereka dalam menjalankan tugasnya tidak pulang ke rumah tetapi tinggal dan menyatu dengan masyarakat di wilayah dusun itu. Mereka tidak hanya memberikan pengobatan bagi orang sakit, tetapi salah satu tugas mereka yakni memberikan advokasi dibidang pendidikan dan kesehatan supaya masyarakat bisa hidup sehat.

Baca Juga :   Proyek Irigasi Pemprov NTT di Obor, Belu, Tidak Berfungsi dan Mubazir

Selain melakukan kampanye dibidang kesehatan dan pendidikan, mereka juga bersama masyarakat dan kepala dusun melakukan kerja gotong royong membangun WC darurat untuk dimanfaatkan masyarakat di wilayah dusun itu sesuai kebutuhan setempat. Program itu sudah dilaksanakan sejak 1 Juli lalu dan akan dievaluasi tim independen selama tiga bulan. Sesuai pantauan selama dua bulan terakhir, mereka sudah melayani 20 persen warga masing-masing dusun. Para petugas kesehatan itu dibayar Rp 1 juta per bulan dengan dana ADD.

Tahap awal, desa melakukan pembekalan kepada para petugas kesehatan sebelum diterjunkan ke dusun. Desa melakukan sosialisasi untuk pembekalan awal dan disesuaikan dengan program Bupati dan Wakil Bupati Malaka. Mereka tidak hanya mengurusi soal kesehatan tetapi juga pendidikan disetiap dusun sesuai kondisi dan persoalan yang dialami dusun. Anak yang belum sekolah diarahkan untuk bersekolah. Para orang tua didekati supaya menyekolahkan anak-anaknya.

Untuk mendukung revolusi pertanian kita akan lakukan gerakan menanam pisang bagi semua Kepala Keluarga dengan jumlah pohon yang sudah ditentukan dan dipantau langsung kepala desa. ADD desa Numponi tahun 2016 sebesar Rp 1, 28 miliar dan 70 persen untuk pemberdayaan masyarakat, dan mendukung program prioritas Bupati dan wakil Bupati Malaka.

Untuk air bersih, kata dia, di Desa Numponi memiliki sumber mata air terbatas. Sumber air itu, hanya bisa melayani 50 KK dari 617 KK yang harus dilayani air bersih. KK lainnya selama ini hanya mengandalkan konsumsi air bersih dari kali Baen.
Minggu depan kita sudah perbaiki sumber mata airnya untuk meluaskan penampungan air. Penampungan air (pah) di dusun-dusun sudah ada tetapi tidak diisi air. Debit air yang sementara ada belum mampu melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih. Solusinya, akan membuat embung mini di sumber mata air Basnaba untuk menampung air bersih bagi masyarakat. (boni)

Baca Juga :   144 Calon Panwascam Kabupaten TTU Jalani Wawancara Akhir
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top