RAGAM

Dukung Revolusi Pertanian Malaka, Pemkab Buka 10 Titik Jalan Usaha Tani

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pertanian tetap melayani masyarakat melalui program pengolahan lahan kepada masyarakat secara gratis seperti yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Malaka melalui program prioritas Revolusi Pertanian. Secara teknis, dinas pertanian akan mengolah lahan dengan dua cara yakni dibagian dataran pada tanah isi akan dilakukan pengolahan lahan kering dengan menggunakan traktor besar yang disediakan pemerintah. Sementara diwilayah pegunungan yang berbatuan dan tidak bisa diolah dengan traktor maka pemerintah akan terapkan TOT dengan cara menyiapkan herbisida untuk masyarakat melalui program di Dinas Pertanian.
Untuk sementara, Dinas Pertanian bersama camat dan kepala desa serta petugas pertanian di setiap kecamatan dan desa, sementara melakukan pemetaan lahan pertanian dimaksud untuk diintervensi melalui program pemerintah.

Yustinus Nahak

Yustinus Nahak

PLt. Kadis Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan disela acara pembukaan kegiatan menyongsong HUT Proklamasi kemerdekaan RI oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran di Betun, Kamis (4/8/2016) mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan potensi lahan masyarakat yang mau diolah pada 12 Kecamatan di Malaka.

“Petugas kita lagi bekerja di lapangan dan dari sana kita bisa mengetahui potensi luas lahan yang mau diolah baik lahan kering maupun lahan basah. Dari data yang ada kita akan mengkaji dan melakukan pemetaan luas lahan yang akan diolah pemerintah di berbagai kecamatan,” tuturnya.

Baca Juga :   DPRD Malaka 'Marah-Marah' Gara-Gara Terlambat Terima Gaji

Khususnya untuk kegiatan revolusi pertanian yang menggunakan metode OFOP yang didampingi tim ahli Undana semua lahan sudah siap dan tinggal action di lapangan dengan memperhatikan kondisi alam. Pengolahan lahannya menunggu kondisi lahannya kering, agar dalam pengelolaan lahan bisa baik dan tidak becek.

Dalam pelaksanaan kegiatan revolusi pertanian, khususnya pengolahan lahan dengan traktor, pemerintah sudah menyiapkan sarana traktor besar sebanyak 9 unit dan jumlah itu termasuk pengadaan traktor besar sebanyak dua unit melalui APBD Malaka tahun 2016. Dalam tahun 2017, dinas Pertanian merencanakan mengusulkan 15 Unit traktor lahan kering. Sementara untuk traktor lahan basah, total traktor yang ada sebanyak 100 untit. Tahun 2015 pemerintah mengadakan 50 unit hand traktor dan tahun 2016 pemerintah juga sudah megalokasikan anggaran untuk pengadaan hand traktor sebanyak 50 unit sehingga totalnya sudah 100 unit.

Yang jelasnya, mengenai jumlah traktor lahan kering dan lahan basah menurut arahan Bupati , kedepan akan diadakan sesuai kebutuhan dan ketersediaan luas lahan yang perlu diolah dan ketersediaan anggaran daerah. Itu kewenangan dan kebijakan Bupati Malaka untuk menentukan banyaknya jumlah traktor yang mau diadakan yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang diolah dan anggaran daerah. Itu ranah kebijakan dan menjadi kewenangan Bupati. Dinas pertanian sebagai dinas teknis siap mengamankan kebijakan Bupati untuk merealisasikan kegiatan revolusi pertanian yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga :   Jefri: Perpustakaan jadi Basis Ilmu Masyarakat

Terkait Pengolahan lahan di wilayah pegunungan yang tidak bisa diintervensi mekanisasi pertanian, maka dalam pengolahan lahannya akan menggunkan metode TOT. Dinas Pertanian akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan herbisida guna melayani kebutuhan masyarakat di wilayah pegunungan. Sesuai arahan Bupati, untuk kepentingan pengolahan lahan, pemerintah bisa menggunakan cara itu, sehingga pelaksanaan revolusi pertanian dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat baik diwilayah fehan maupun foho yang tanah sulit diolah dengan traktor besar yang disediakan pemerintah.

Untuk mendukung pelaksanaan revolusi pertanian, pemkab telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2016 untuk pengadaan itik sebanyak 16.000 ekor itik dan 2.000 ekor kambing yang sementara diproses tender di ULP. Ketika ditanya wartawan terkait ketersediaan jalan untuk memperlancar akses dan kegiatan pertanian, kadis Yustinus mengatakan dalam tahun 2016 pemerintah melalui Dinas Pertanian sudah mengalokasikan anggaran untuk pengerjaan Jalan Usaha Tani pada sepuluh titik yang tersebar di sepuluh desa di Kabupaten Malaka, yang sementara diproses dan dikerjakan dalam tahun ini. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top