HUKUM & KRIMINAL

Ini Alasan Warga Rinhat Enggan Laporkan Tindak Pidana ke Polisi

BETUN, Kilastimor.com-Warga Kecamatan Rinhat enggan melapor ke Polisi ketika terjadi tindak pidana. Banyak alasan yang muncul kepermukaan diantaranya belum tahu dan belum sadar apa yang harus dilakukan. Kadang mereka mengaku belum tahu tentang hak hukumnya. Banyak alasan yang di temukan. warga enggan melapor karena kesulitan transportasi akibat medan yang sulit, image yang berkembang bahwa kalau lapor di polisi harus bayar uang meja dan uang pulsa.

Pius Nahak Klau

Pius Nahak Klau

Untuk mengatasi persoalan itu Polsek Rinhat melakukan Safari Kamtibmas, Harkantibmas (pemeliharaan kantibmas) sesuai program Kapolri saat ini melalui kegiatan sosialisasi di desa-desa, gereja, sekolah, pasar, hajatan masyarakat seperti pesta nikah, kematian dan lainnya. Hal itu disampaikan Kapolsek Rinhat, IPTU Pius Nahak Klau, kepada wartawan di Betun, Selasa (30/8/2016).

Sosialisasi dilakukan dengan cara blusukan ke desa-desa. Pihaknya memberi pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat agar mengetahui hak hukumnya ketika terjadi tindak pidana murni. Mereka harus mengetahui jika terjadi kasus pidana apa yang mereka harus lakukan. Banyak alasan yang di temukan di lapangan. Warga enggan melapor karena kesulitan transportasi dan medan yang sulit. Image yang berkembang bahwa kalau lapor di polisi harus bayar uang meja. “Kita sudah beri pemahaman kalau memang ada kasus pidana silahkan langsung telpon kalau kesulitan transportasi. Atau miscall saja kita bisa telpon balik dan jemput bola. Kita layani masyarakat 24 jam tanpa uang pulsa atau uang meja.

Baca Juga :   Siapa yang Bakal Digandeng Gandeng Jon Mali? Hornai atau Tavares?

Banyak kasus kriminal yang sering terjadi di masyarakat Rinhat seperti Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Kekerasan terhadap anak. Kadang mereka belum tahu apakah itu masalah pidana atau tidak. Mereka menganggap itu hal biasa sehingga tidak perlu dilaporkan karena hanya buang waktu.

Dalam rapat koordinasi bersama para kades kita sering memberikan pemahaman supaya kalau ada kasus pidana murni supaya jangan dulu didamaikan tetapi perlu dilaporkan kepada polisi agar ditangani sesuai aturan hukum yang berlaku. Kalau toh mau didamaikan juga harus dilakukan langkah-langkah hukum melalui pemeriksaan agar mereka ada efek jerah serta bisa dibina terkait kasus yang mereka lakukan sejauh tindak pidana yang dilakukan tidak membahayakan korban. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top