RAGAM

Kegiatan Meriahkan 17 Agustus Harus jadi Ajang Pupuk Karakter Anak Bangsa

BETUN, Kilastimor.com-Pelaksanaan Kegiatan untuk memeriahkan Perayaan HUT Kemerdekaan ke-71 RI di Kabupaten Malaka harus jadi ajang dan media memupuk karakter anak-anak Indonesia yang berdiam di Kabupaten Malaka. Kegiatan-kegiatan merupakan wahana untuk memupuk karakter anak-anak indonesia supaya berjiwa sportif dan pejuang.
Untuk mendapatkan suatu kemenangan, maka harus berjuang. Berjuangnya itu bukan karena tadi malam mimpi hari ini bertanding dan menang, tetapi harus mempersiapkan diri dengan baik, mengikuti pelatihan, mengikuti instruksi pelatih dan kerja sama tim.

Bupati Malaka menendang bola tanda turnamen Bupati Malaka Cup I dimulai.

Bupati Malaka menendang bola tanda turnamen Bupati Malaka Cup I dimulai.

Sepak bola da volly adalah pertandingan yang membutuhkan kerja sama tim. Itu yang harus ditanamkan kepada seluruh warga Malaka khususnya buat generasi muda kita yang mengikuti kegiatan pertandingan olah raga, kesenian dan perlombaan lainnya. Demikian Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan usai membuka kegiatan pertandingan dan perlombaan untuk memeriahkan Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 71 di Lapangan Umum Betun-Kabupaten Malaka, Selasa (2/8-2016).

Semua aktifitas yang dilakukan saat ini merupakan momen untuk memperingati dan mensyukuri para pejuang yang mewariskan kemerdekaan RI kepada seluruh anak bangsa. Ada berbagai macam cara untuk mensyukuri kemerdekaan itu. Hari ini dalam rangkan memperingati HUT Kemerdekaan RI kita syukuri dengan berbagai kegiatan. Kita memberikan apresiasi kepada panitia yang dengan penuh keseriusan telah merancang agenda kegiatan untuk menyemarakkan kegiatan untuk memperingati HUT Proklamasi tahun ini.

Baca Juga :   Jadi Perhatian Prabowo, Partai Gerindra Harus Menangkan Pilkada Belu dan Malaka

Beberapa hal terkait yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Pertama, Kegiatan sepak bola adalah adu ketangkasan . Kita harapkan ajang sepak bola jangan jadi ajang ring tinju. Namanya sepak bola adalah adu ketangkasan bukan arena adu jotos. Orang yang suka adu jotos dalam sepak bola harus dikucilkan dari masyarakat sepak bola. Wasit juga harus buat keputusan baik dan adil. Kalau ada pelatih yang tidak bekerja dengan baik maka harus diingatkan dan bila perlu dihukum. Sepak bola itu ada dua tim yang bertanding. Kalau satu menang maka satu kalah. Kalau dua-duanya menang itu bukan namanya sepak bola . Jangan cari kambing hitam kalau kalah bermain.

Kedua, Panitia Perlombaan harus memperhatikan supaya tidak seenaknya memberikan penilaian. Harus ada indikator yang jelas. Wasit harus jujur dan adil. Ini media untuk mendidik karakter bangsa. Kita harus mengakui keunggulan orang lain. Kalau kalah hormati yang menang dan bagi yang menang supaya mendidik yang kalah supaya mereka bisa menang.

Presiden Jokowi dalam kunjungannya di Kupang belum lama ini menekankan supaya mendidik generasi muda agar memiliki karakter Indonesia. Dengan demikian momentum pelaksanaan kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI tahun ini adalah moment untuk menumbuhkan anak-anak indonesia yang tinggal di Malaka menjadi karakter indonesia

Pada kesempatan ini, memberikan penugasan kepada panitia khusnya kepada PKPO agar memperhatikan dan mengamati persepak bolaan di Brasil yang dalam waktu dekat akan melaksanakan olimpiade sepak bola. Kadis PKPO bersama jajarannya perlu membuka TV untuk pelajari even internasional itu dan mempelajari hal-hal positif untuk diadopsi kalau memang itu baik.

Baca Juga :   1.287 Hektare Lahan RPM Siap Ditanami

Pemberitahuannya, beberapa waktu yang lalu ketika ada pembukaan sepak bola piala gubernur di Kupang, Ketua PSSI NTT telah mengumumkan El Tari Memorial cup diselenggarakan di Kabupaten Malaka dua tahun mendatang. Oleh karena itu penugasannya tahun ini kita siapkan infrastrukturnya. Dalam waktu dekat kita akan undang pengusaha untuk melihat peluang menyiapkan tempat penginapan dan restoran.

“Kita akan tata lapangan umum kota Betun dan didesign, supaya pertandingan final digelar malam hari sehingga membutuhkan penataan dari sekarang . Hal ini untuk menunjukkan kepada beberapa guru olah raga bahwa lapangan itu bisa dimanfaatkan dimalam hari supaya tidak silau matahari. Kita akan akali setelah matahari terbenam supaya tidak ada silau. Kita akan pasang lampu dilapangan dengan menggunakan generator sendiri supaya rakyat dapat menikmati dengan baik. Kita tidak boros karena itu menyangkut harkat dan martabat serta kebutuhan rakyat Malaka. Tidak ada kata mahal untuk kepentingan rakyat banyak.(boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top