EKONOMI

Mendes: Harus ada Produk Unggulan Daerah

ATAMBUA, Kilastimor.com-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo berkomitmen untuk mendorong pengembangan produk unggulan yang ada di Kabupaten Belu perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Menteri Desa panen bawang tuk tuk di Belu

Menteri Desa panen bawang tuk tuk di Belu

Menurut Eko, budidaya bawang merah tuk-tuk di Desa Fatuketi harus dioptimalkan sehingga bisa jadi produk unggulan di daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

“Komitmen Bupati sangat luar biasa. Mari kita sama-sama cari potensi yang bisa kita kembangkan di desa agar jadi produk unggulan,” ujar Mendes Eko disela-sela melakukan panen perdana bawang tuk-tuk di Desa Fatuketi, Kakuluk Mesak, Selasa (16/8/2016).

Menurut Eko, masih banyak desa-desa yang belum mempunyai produk unggulan. Jadi kadang sedikit-sedikit warga membuat jagung, padi dan bawang. Akibatnya tidak ada produk unggulan yang dimiliki. Kalau bisa bukan kabupaten unggulan, minimal kecematan unggulan sehingga memiliki prodak unggulan dengan skala besar.

“Na kalau tidak ada produk unggulan itu akibatnya tidak ada skala ekonomi. Karena kalau kita mau bertani skala ekonomi penting, cuman bagaimana skala ekonomi bisa dinikmati masyarakat kecil. Dengan adanya skala ekonomi bapak-ibu bisa lebih berkembang,” ujar dia.

Aku Mendes Eko, Bupati Belu sangat inovatif membuktikan bahwa walaupun bendungan belum jadi, tapi beliau sudah bisa contoh budidaya bawang dengan cara tersendiri tanpa dana APBD dan APBN. Panen bawang ini berhasil karena partisipasi seluruh komponen.

Baca Juga :   Dugaan Mafia Tunsus, Guru Minta DPRD Belu Bentuk Pansus

“Saya juga terus berkoordinasi dengan seluruh Menteri terkait sehingga program kita satu sinergi. Kalau sukses akan kita jadikan model, nanti akan sampaikan ke Menteri terkait sehingga bisa membantu kelompok tani,” kata dia.

Kesempatan itu Menteri PDT Eko melakukan dialog bersama seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten terkait dengan pengelolaan dana Desa dan pendamping Desa yang mana hingga kini belum ditempatkan, juga meresmikan jambanisasi dan lantainisasi program Opster TNI terpadu sebanyak 20 unit di Fatuketi, program peduli tepian negeri kerjasam BI dan TNI Korem 161.

Sebelumnya itu Menteri PDT Eko Putro Sandjojo didampingi ketiga Dirjen yakni Dirjen PDT Singgih Wiranto, Dirjen PDTU Suprayoga Hadi, Dirjen PKP2Trans Ratna Dewi Adriati bersama Bupati Belu telah meninjau hasil kerajinan tangan warga Desa Silawan, Tasifeto Timur.

Mendes bersama rombongan juga melihat secara langsung pembangunan PLBN Mota’ain dengan Negara Timor Leste, dilanjutkan dengan meninjau kelompok tambak garam dan tomat di Desa Kenebibi, Kakuluk Mesak. Turut hadir, Pimpinan DPRD Kabupaten Belu, Kaban BPP Prop NTT, Kadis Nakertrans Prop NTT, Kepala BI Perwakilan NTT, Pimpinan Forkompinda dan SKPD Belu. (yan)

Loading...
Loading...
To Top