NASIONAL

Paguyuban TITE HENA Rumah Besar Anak Lamaholot

JAKARTA, Kilastimor.com-Perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah di lingkup paguyuban masyarakat Flores Timur diaspora Jabodetabe-TITE HENA, sukses diselenggarakan pada Sabtu (30/8) kemarin.
Bertempat di Anjungan Provinsi NTT, TMII Jakarta, sekira 750 undangan hadir dan memenuhi auditorium maupun pelataran di bawah tenda yang disediakan. Acara ini dirangkai dengan serah terima kepengurusan dari periode 2013-2016 ke pengurus periode 2016-2019 serta pelantikan pengurus baru.
Pada bagian akhir acara, Simon Lamakadu, Ketua terlantik, dengan disaksikan oleh ratusan pasang mata yang hadir pada malam itu, diantaranya mantan Dirjen Bimas Katolik, Anton Semara Duran dan bakal calon Gubernur NTT, Honing Sanny, melakukan peluncuran Gerakan 2RT.

Acara Halal bi Halal Paguyuban Tite Hena.

Acara Halal bi Halal Paguyuban Tite Hena.

Acara halal bihalal dipimpin oleh Ustad Lukman Sengaji, ulama asal Lohayong, Solor Timur dan diikuti secara khusyuk oleh umat muslim asal Flores Timur terutama yang berasal dari Lamahala, Adonara dan Lamakera-Lohayong di Solor Timur. “Kegiatan ini adalah potret kehidupan masyarakat kita di kampung yang harmonis dalam perbedaan keyakinan, penuh toleransi dengan kerukunan hidup yang tinggi. Ini hanya ada di Flores Timur dan harus kita pelihara untuk anak cucu kita,” ungkap Sengaji.

Usai halal bihalal, acara malam itu dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan TITE HENA dari kepemimpinan Thomas Soga Murin (2013-2016) kepada Simon Lamakadu (2016-2019).
Dalam sambutannya, Murin mengharapkan agar hal-hal positif yang sudah dilakukan oleh kepengurusan terdahulu, terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. “Sementara itu hal-hal yang belum dapat diwujudkan, mudah-mudahan kepengurusan baru dapat merealisasikannya.”

Baca Juga :   Bere: Berkinerja Buruk, Pejabat Berpeluang Non Job

Sementara itu, Simon Lamakadu tokoh muda yang kini terpilih menahkodai wadah yang beranggotakan sekira 5.000 orang ini, adalah Sekretaris TITE HENA periode lalu.
Simon dalam sambutannya mengatakan, “Bulan ramadhan adalah salah satu peristiwa keagaam yang penting bagi umat muslim. Ramadhan adalan bulan “bae” dan hari raya Idul Fitri atau Lebaran juga adalah hari “bae” , momen yang “bae” untuk bersuka cita, berbelas kasih dan menyembuhkan segala luka akibat salah dan khilaf kita sebagai manusia.

Simon menambahkan, masih dalam suasana bulan Syawal ini, ijinkanlah saya menyampaikan “Selamat Idul Fitri 1437 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Batin” kepada semua saudaraku yang merayakannya. Semoga segala amal, ibadah saudara-i ku sekalian mendapat berkat dari Tuhan, Allah SWT.”

Terkait paguyuban TITE HENA dia mengatakan, wadah ini adalah rumah besar bagi segenap anak Lamaholot yang merantau di Jakarta dan sekitarnya. Rumah besar TITE HENA dengan tangan terbuka menerima siapa saja anak Lamaholot yang datang. “Sebagai masyarakat perantau, kita datang dari berbagai penjuru di Flores Timur mengadu nasib di tanah rantau. Ada yang sukses, ada juga yang belum. Ada yang kehidupannya begitu mapan, cukup mapan namun banyak juga yang masih terus bekerja keras dan berjuang untuk merubah nasibnya. Apapun keadaan kita satu hal yang mempersatukan kita bahwa kita datang dari rahim yang sama yakni Lamaholot,” paparnya.

Pengurus Paguyuban Tite Hena pose bersama.

Pengurus Paguyuban Tite Hena pose bersama.

Dalam sejarah perjalanan lebih dari 30 tahun berdirinya TITE HENA, baru kali ini wadah ini dipimpin oleh seorang ketua dari generasi 30-an tahun. Juga, baru kali ini jajaran kepengurusan diwarnai oleh kaum muda dalam jumlah yang signifikan. Kendati demikian, basis lewo atau kampung yang dianut oleh paguyuban ini sejak lama, tetap dipertahankan.

Baca Juga :   Begini Kronologis Satgas Pmtas RI-RDTL Yonif Raider 712/WT Gagalkan Upaya Penyelundupan 150 Kilo Pakan Ternak

Dengan kepengurusan baru yang telah dibentuk dan dilantik pada acara ini, Simon menegaskan kembali tekadnya bersama jajaran pengurus untuk mengerjakan banyak hal dalam 3 tahun ke depan. Ia juga mengingatkan seluruh warga Flores Timur di Jabodetabek untuk tidak tinggal diam, namun sebaliknya diharapkan untuk dapat membantu dan mendukung pengurus.

Usai melantik pengurus baru, Simon pun secara resmi meluncurkan Gerakan 2RT yakni gerakan pengumpulan dana Rp2.000 per bulan per orang untuk TITE HENA. Menurut dia, jika seorang saja menyisihkan uang sejumlah itu setiap bulannya, maka dari 5.000 orang warga TITE HENA dalam setahun sanggup mengumpulkan Rp 120 juta untuk membiayai kegiatan paguyuban ini. “Kita mulai dari uang kecil saja,” tegasnya.

Ketua Panitia acara ini, Ahmad Riantoby mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya acara ini. Dengan persiapan yang relatif singkat, hanya dua bulan, acara ini sanggup mendatangkan lebih dari 500 orang yang bertahan hingga ditutup pada pukul 02 dini hari. “Tidak ada yang sempurna, namun sebagai sebuah langkah awal, kita sudah memulainya dengan baik. Dan itu berkat dukungan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top