HUKUM & KRIMINAL

Pelaku Pengrusakan Lapak Pasar Loro Loron Masih Diusut Polisi

BETUN, Kilastimor.com-Pasar Loro-Loron Besikama-Kecamatan Malaka Barat-Kabupaten Malaka sejak tadi malam, Kamis (4/8) pukul 19.00 Wita terlihat mencekam. Lalulintas disekitar wilayah pasar tidak seramai biasanya. Arus transportasi yang melewati wilayah pasar menuju Desa Fafoe, Sikun dan Oan Mane lumpuh dan tidak bisa dilewati warga.

masih menurut pantauan media ini, lapak sebelah timur Pasar Loro-Loron rata tanah dirobohkan kelompok anak muda yang diduga berasal dari desa Umatoos-Kecamatan Malaka Barat.

Inilah kondisi lapak pasar yang dihancurkan.

Inilah kondisi lapak pasar yang dihancurkan.

Polisi Sektor Malaka Barat saat itu juga mendatangi TKP dibantu Anggota Polsek Weliman mengamankan TKP. Namun tidak mengurungkan niat anak-anak muda itu merusak semua lapak. Tembakan peringatan polisi sebanyak tiga kali tidak digubris. Aksi pengrusakan jalan terus berlanjut . Setelah kejadian pengrusakan Polisi langsung memberi tanda police line pada lapak yang dirusak. Hingga berita ini diturunkan Polisi masih melakuka n pengejaran dan mengusut pelaku pengrusakan.

Simon Taruk, warga desa Umalor-Kecamatan Malaka Barat kepada wartawan di lokasi kejadian mengatakan dirinya menyaksikan kejadian itu tadi malam. Kebetulan rumahnya dekat lokasi pasar. Saat kejadian, dia sementara mengendarai kendaraan bersama anaknya dan melihat aksi pengrusakan lapak pasar oleh segerombolan anak muda dengan sangat brutal. “Saya tidak bisa mendekat ke TKP untuk menyaksikan langsung kejadian karena para pemuda tanggung itu selain merusak lapak juga melempar lapak dengan batu.Tidak ada penduduk yang mendekat waktu itu karena mereka sangat brutal. Yang jelas saya melihat gerombolan anak muda itu datang dari jurusan Desa Umatoos. Saya bisa pastikan anak-anak dari Desa Lasaen tidak ada yang melewati dan mendatangi pasar Loro-Loron,” paparnya.

Baca Juga :   KNPI Temukan Indikasi Praktek Monopoli Persaingan Usaha tidak Sehat di Dinas PU TTS

Untung saja bilang dia, anak-anak Lasaen tidak keluar karena disana ada kedukaan, ada warga yang meninggal. “Saya sempat senter menggunakan lampu motor ke jurusan desa Lasaen ternyata tidak ada orang yang lalu lalang namun saya lihat anak-anak muda Lasaen yang bersembunyi dan menempel di pohon-pohon. Pada satu pohon besar ada dua atau tiga anak muda Lasaen yang berdiri menempel pada pohon sehingga secara sepintas terlihat tidak ada manusia. Yang jelas orang Lasaen tidak terlibat. Saya bisa pastikan hingga aksi pengrusakan lapak pasar Loro-Loron tidak ada satu warga Lasaen yang melintas di jalan menuju pasar Loro-loron,” ungkapnya.

Alfons Tae Bria, warga Desa Umalor kepada wartawan mengatakan sejak pukul 19.00 WITA tadi malam suasana di pasar Loro-Loron sangat mencekam. Tidak ada satu wargapun yang berani datang di TKP untuk menyaksikan langsung kejadian itu. “Kita hanya dengar bunyi dan aksi lemparan batu pada lapak-lapak pasar. Warga yang datang dari jurusan Betun dan Wewiku menuju pasar Loro-Loron terpaksa berhenti didepan rumahnya dan tidak berani meneruskan perjalanan karena takut terkena lemparan batu. Saat Polisi datang mengeluarkan tembakan peringatan juga tidak digubris para pengrusak lapak. “Saya tidak tau persis dari kelompok mana yang melakukan pengrusakan itu. Yang jelas aksi pengrusakan lapak pasar kali ini merupakan kejadian terbesar yang saya ketahui karena melumpuhkan aktifitas masyarakat sejak tadi malam,” tambah Alfons.

Lapak pasar luluh lantak dirusak sejumlah pemuda.

Lapak pasar luluh lantak dirusak sejumlah pemuda.

Kapolsek Malaka Barat, HOS Taunu ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/8) membenarkan hal itu. Sejak tadi malam saat mendengarkan informasi, pihaknya langsung turun melakukan pengamanan di TKP.
Terkait pelaku pihaknya masih melakukan pengusutan terkait aksi pengrusakan lapak pasar itu. Aksi pengrusakan itu masih ditangani pihak kepolisian. “Kita masih mengusut motif dan mengidentifikasi pelaku pengrusakan. Untuk saat ini yang pasti, aksi pengrusakan itu dilakukan anak-anak muda belia yang masih sekolah di SMP. Namun kita usut dulu baru disampaikan kepada wartawan. Untuk meredam situasi kita sudah meminta kepala desa yang lokasinya berada disekitar wilayah pasar supaya memperhatikan masing-masing warganya supaya aksi itu tidak meluas. Kita sudah koordinasikan dengan masing-masing kepala desa supaya bisa meredam warganya agar tidak terprofokasi dan melakukan aksi balasan. Kita minta kepala desa supaya memberikan pengarahan kepada para anak muda agar tidak membuat tindak pidana baru yang merugikan masyarakat. Pihak kepolisian sementara bekerja dan tetap mengusut kasus pengrusakan itu. (boni)

Baca Juga :   SBS-DA akan Jawab Kebutuhan Masyarakat dengan Program Strategis Pemerintah
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top