HUKUM & KRIMINAL

Pemuda Umatoos dan Lasaen yang Kerap Bentrok, Berdamai Didepan Altar Geraja

BETUN, Kilastimor.com-Bentrok berkepanjangan antara pemuda Umatoos bersama pemuda Lasaen di Pasar Loro-Loron Besikama-Kecamatan Malaka Barat berujung damai. Melalui perayaan misa Kudus di Gereja St.Baptista Besikama yang dipimpin Rm. Pius Nahak, Pr disaksikan seluruh komponen masyarakat kedua desa dan Polsek Malaka Barat, para pemuda yang kerap bertikai akhirnya berdamai dalam perayaan ekaristi kudus, yang diwakili masing-masing desa lima pemuda.
Dalam misa perdamaian itu, ada penandataganan pernyataan kedua kubu agar tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari. Hal itu disampaikan Kepala Desa Lasaen, Wenseslaus Nahak Klau kepada wartawan di Besikama, Senin (22/8/2016).

Kades

Wenseslaus Nahak Klau

Selama ini, pihaknya sudah melakukan penjajakan dan barusan terjadi proses perdamaian antara dua kubu di gereja dalam misa kudus. Mereka tidak hanya berjanji kepada semua hadirin tetapi juga kepada Tuhan supaya tidak mengulangi perbuatan yang sama, karena sangat meresahkan masyarakat di Besikama. Semua elemen masyarakat dari kedua desa sangat mendukung perdamaian itu dengan harapan dendam berkepanjangan antara pemuda kedua desa itu tuntas dan tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Antara kedua kubu, saat perdamaian minum sopi bersama, sebagai lambang tidak akan ada lagi masalah baru, karena semua masalah sudah tuntas. Mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak membuat kekisruhan baru pasca perdamaian itu. Kalau mereka masih juga berbuat ulah maka urusannya akan ditangani pihak kepolisian dan akan diproses hukum. Siapa yang bersalah akan diusut dan diproses hukum. Hal itu dimaksukan untuk menjaga kantibmas dalam masyarakat.

Baca Juga :   Adaptif, Kacang Hijau Harus Terus di Kembangkan di Malaka

“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor Malaka Barat agar membuat pos pengamanan di Pasar Loro-Loron Besikama untuk menjaga ketertiban dan keamanan saat kegiatan pasar berlaku. Kita harapkan aktifitas pasar tidak boleh terganggu karena menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Malaka Barat termasuk warga desa Umatoos dan Lasaen,” pungkasnya. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top