RAGAM

Pengerjaan Jalan Lingkungan Wehali Diduga Bermasalah

BETUN, Kilastimor.com-Dinas PU NTT diminta mengawasi pengerjaan jalan lingkungan di desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah yang dikerjakan CV. Samara karena diduga kuat pengerjaannya diluar bestek dan sangat membahayakan pengguna jalan saat berkendaraan. Pengerjaan ruas jalan itu diduga dikerjakan asal jadi dan kualitasnya patut dipertanyakan. “Kita minta dinas PU Provinsi melakukan pengawasan dan kalau memang diluar bestek supaya pengusahanya diberi teguran keras dan harus segera memperbaikinya. Kalau dibiarkan kami bersama tokoh masyarakat di Laran akan melaporkan ke Tipikor Polres Belu dan Kejaksaan Negeri Atambua,” bilang Liurai Malaka, Dominikus Kloit Tei Seran kepada wartawan di Laran-Desa Wehali-Kecamatan Malaka Tengah-Kabupaten Malaka, Senin (22/8-2016).

Kloit

Kloit

Masyarakat pengguna jalan di Laran melihat ada keganjilan saat pengerjaan jalan lingkungan dari cabang kantor dispenduk Malaka menuju SDI Laran di desa Wehali oleh CV. Samara tidak benar dan diduga hanya asal-asalan. Dicurigai pengerjaan ruas jalan itu tidak sesuai aturan dan bestek sehingga harus ditinjau kembali. Orang awam saja melihat itu tidak benar karena banyak keganjilan yang ada di lapangan. Kita minta supaya PU Provinsi melakukan pengawasan terhadap pengerjaan ruas jalan itu sehingga tidak merugikan dan membahayakan masyarakat pengguna jalan.

Dia meminta Dinas PU Provinsi turun ke lapangan memperhatikan pengerjaan jalan lingkungan itu sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. Pengerjaannya juga tidak dilengkapi bahu jalan sehingga tidak bisa dilewati ketika berpapasan dengan mobil.

Baca Juga :   TNI akan Cetak Sawah Baru di Malaka Seluas 500 Hektare

Kalau kontraktor tidak memperbaiki dirinya bersama masyarakat adat akan laporkan masalah ini di Tipikor Kejaksaan untuk memeriksa pengerjaan jalan itu. Kalau pekerjaan mereka hanya seperti itu saja sebaiknya dibiarkan tidak usah dikerjakan karena masyarakat akan aman saat menggunakan jalan itu.

Kloit mengatakan pada 2015 saat akhir tahun mereka kerja tembok penahan. Tahun 2016 ini baru mereka kerja aspal. Itu kerjanya tidak benar karena aspal yang dibuat tidak tidak didukung dengan pembuatan bahu jalan sehingga menganga dan sangat membahayakan pengguna jalan. Aspal itu harus rata dengan tembok penahan baru benar tetapi kondisi di lapangan jalannya lebih tinggi dari tembok penahan kurang lebih 50 cm lebih dan bahu jalannya juga tidak ditimbun sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Kadis PU dan Perumahan Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak saat dikonfirmasi wartawan di Betun, Senin (22/8-2016) mengatakan pekerjaan jalan lingkungan itu sumber pendanaannya dari Cipta Karya Provinsi NTT dan untuk pengawasannyapun dari Propinsi. Kita dari Kabupaten sebagai pemilik wilayah dan pengguna jalan hanya mendapatkan laporan saat pekerjaan itu mau dikerjakan. Terkait keluahan masyarakat terkait pengerjaan jalan lingkungan itu kita akan berkoordinasi dengan dinas PU Provinsi agar bisa melakukan pengawasan sesuai kontrak yang dibuat bersama pengusaha yang mengerjakan ruas jalan itu. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top