RAGAM

SBS: Pejabat Eselon Harus Loyal, Rajin, Jujur, Pintar dan Jaga Performance

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) dalam sambutannya ketika melantik 21 pejabat eselon II, Senin (8/8) kemarin meminta pejabat eselon yang dilantik harus peka dan perlu memperhatikan empat kapital sebagai acuan kerja. Kempat itu tidak boleh ditawar, karena pada tahun 2016 -2021 di Kabupaten Malaka sudah terpilih bupati dan wakil bupati yang perdana, yang tugasnya meletakkan fondasi yang kokoh dan dinamis.

Tampak para pejabat eselon dua mengangkat sumpah.

Tampak para pejabat eselon dua mengangkat sumpah.

Dalam kampanye itu paket SBS-DA sudah berjanji kepada rakyat untuk bekerja sebagai hambanya rakyat. Untuk itu saudara diminta bekerja dengan sungguh-sungguh. Manakala saudara tidak menjalankan tugas dengan baik, pastinya tidak ada ampun untuk dicopot. “Tidak ada ancaman tetapi mengingatkan saudara untuk bekerja. Untuk mengangkat saudara saat ini melalui sebuah proses seleksi yang ketat dan dieksplore kemampuannya. Namun untuk mencopot saudara ukurannya banyak dan salah satunya kinerja. Mana kala kinerjanya tidak bagus maka harus dicopot,” bilangnya.

Disebutkan, para kadis, kaban yang dilantik, harus memiliki empat kapital yang tidak boleh ditawar menawar. Kapital Pertama, Loyal atau taat. Loyal terhadap peraturan yang berlaku, loyal pada program, ketentuan dan kegiatan yang ditetapkan, loyal terhadap perintah pimpinan sesuai ketentuan yang berlaku. Kapital Kedua, Rajin. Tidak ada tawar menawar. Rajin itu dapat dilihat dari dua aspek, pertama, dapat dilihat. Kedua, dapat dirasakan atau dapat diukur. Rajin masuk kantor harus tertib dan dilihat semua. Kalau jam kantor pukul 7.30 dan datang jam 8.00 berarti tidak rajin. Kepala harus memiliki keunggulan yang dilihat staf bahwa memiliki keunggulan diatas staf. Seorang kepala harus jadi contoh buat stafnya. Kalau diberi tugas atasan, harus diselesaikan tepat waktu. Kalau pekerjaan itu diberi tugas satu hari, jika diselesaikan dan dikerjakan dalam setengah hari baru dikatakan rajin. Kalau tiga hari baru selesai itu bukan dikatakan rajin. Kapital Ketiga, jujur. 2×2=4, tidak boleh lima atau enam. Kalau enam empatnya yang benar dan duanya tidak benar. jujur pada diri, lingkungan dan jujur pada masyarakat.

Baca Juga :   Begini Cara Kapolda NTT Mengatasi Prediksi Bubarnya Indonesia di 2030

Keempat, Pintar. Pintar itu tidak datang sendiri, tidak dikirim orang lain tetapi harus dicari. Tidak ada satu orangpun yang lahir langsung pintar tetapi harus banyak membaca, melihat, banyak mendengar dan melakukan. Untuk jadi pintar maka harus memiliki empat kualifikasi. Pertama, seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang memadai. Seorang kepala harus memiliki pengetahuan tentang administrasi perkantoran. Kedua, skill, keterampilan. Dalam zaman modern seorang kepala harus mengetahui keterampilan IT supaya tidak ketinggalan zaman. Pegang HP yang canggih tetapi hanya digunakan untuk SMS dan telpon sangat tidak membantu bagi seorang pemimpin. Ketiga, Attitude, kelakuan. Banyak kepala yang jadi pejabat tetapi tidak punya etika. Rapat komisi dengan dewan ditelpon tidak diangkat. “Kalau ada kabinet SBS-DA seperti itu tolong laporkan kepada saya. Jam delapan laporan, jam 9 konfirmasi dan jam 12.00 serah terima. Kami telah melakukan perjanjian dengan rakyat untuk menjadi hambanya rakyat sehingga pejabat eselon harus peka dan bisa menterjemahkan dalam pekerjaan di kantor,” sebutnya. Keempat, attitude harus diperhatikan. Berkendaraan harus punya kepekaan dan taat pada aturan. Dalam kabinet SBS-DA persoalan etika dan attitude harus diperhatikan. Lihat seniornya tidak ditegur, tetapi hanya berpikir tiap hari menyusahkan orang lain. Ini harus dihindarkan. Manusia hanya tau dari kata-kata dan perbuatan seseorang.

Kapital keempat, stily dan perfomance. Pejabat eselon harus berpakaian sesuai ketentuan. Seorang kepala harus tampil optimal dan harus disiplin berpakaian sesuai ketentuan. Kebijakan hari Kamis pake pakaian tenun asli Malaka, tetapi tidak diindahkan. Ini bukti bahwa pejabat itu tidak peka sehingga harus diperbaiki. Hal ini harus disampaikan secara terbuka dan serius untuk perbaikan kedepan. Ini terkesan nada penekanan, tetapi harus bekerja dengan tim yang solid, supaya bisa memberikan pelayanan yang optimal untuk mempercepat kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :   Eliminasi Kaki Gajah, Masyarakat Malaka Diminta Konsumsi Obat yang Disiapkan

“Kita harapkan pejabat yang dilantik dapat menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Pelantikan Pejabat tinggi pratama di Kabupaten Malaka merupakan satu bukti kerja keras berbagai pihak termasuk proses seleksi yang diikuti calon pejabat eselon II. Kita harapkan pejabat yang dilantik dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih dan satu yang diberkati.Saudara yang dilantik adalah orang yang diberkati sehigga harus dijaga baik-baik,” pungkasnya. (boni)

Balas Balas ke Semua Teruskan Lebih lanjut
Klik kepada Balas, Balas Semua atau Teruska

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top