EKONOMI

Tim Ahli Undana Sosialisasi Revolusi Pertanian

BETUN, Kilastimor.com-Tim ahli dari Undana selama dua hari menggelar sosialisasi kegiatan revolusi pertanian kepada Koordinator PPL Kabupaten Malaka. Melalui sosialisasi itu diharapkan mereka bisa menularkan , memberikan pengarahan, penyuluhan kepada seluruh PPL di Malaka agar bisa bekerja mensukseskan kegiatan revolusi pertanian yang dicanangkan Pemda Malaka. Hal itu disampaikan Koordinator Tim Ahli Undana, Dr. Herry Zadrak Kotta, ST,MT, Dr. Kepada wartawan disela acara sosialisasi kegiatan revolusi pertanian di Betun, Selasa (30/8-2016).

Tim Ahli Undana

Tim Ahli Undana

Kotta mengatakan kegiatan Revolusi Pertanian harus disosialisasikan ke semua lini. Hari ini kita work shop bagi tenaga pendamping di lapangan khususnya kepada Mantri Tani dan BPP sebagai koordinator PPL , sebagai ujung tombak program revolusi pertanian di Malaka. Kita bekali mereka menggunakan metode training of trainer . Setelah mendapatkan training mereka akan tularkan kepada semua PPL di Kabupaten Malaka agar memiliki pemahaman yang sama untuk mensukseskan kegiatan revolusi pertanian.

Kotta mengatakan pihaknya akan sosialisikan disemua lini termasuk para kelompok tani dan masyarakat tentang revolusi pertanian supaya diketahui masyarakat luas. Revolusi pertanian adalah upaya sungguh-sungguh dan luar biasa yang dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya supaya masyarakat mendapatkan makanan yang berlimpah.

Kami tetap dampingi sampai tuntas setiap rangkaian proses. Kami tetap mendampingi seluruh rangkaian proses mulai persiapan lahan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Target kita dalam waktu lima tahun ini masyarakat Malaka tidak lapar dan berkelimpahan makanan.

Baca Juga :   Dinkes Malaka Kirim 10 Bidan Ikut Pelatihan UPN

Kita sudah siapkan Calon Petani dan Calon lahan (CPCL) pada seluruh kecamatan yang pada akhirnya akan mendapatkan intervensi program secara bergilir. Tahun ini kita targetkan penanaman jagung 1000 ha, Kacang Hijau 750 ha, Padi 750 ha dan pisang 200 ha. Sementara empat komoditi lainnya seperti bawang merah kita tunda karena sesuai ramalan cuaca BMKG akan terjadi bencana Lanina sehingga kita tidak mau ambil resiko. Sementara itu untuk itik, kambing dan bandeng harus persiapkan masyarakatnya dalam hal pembuatan pangan sehingga saat program itu digelar semua penerima manfaat sudah siap. Tambak ikan bandeng perlu diperbaiki sesuai standart produksi karena fakta di lapangan belum memenuhi syarat. Kita akan siapkan secara baik supaya program itu bisa berhasil baik. Kita akan dampingi petani ikan bandeng untuk revitalisasi tambak ikan bandeng sehingga memenuhi standart mutu produksi ikan bandeng.

Tahun depan Kita akan targetkan untuk seluruh kecamatan sesuai topografi wilayah. Disetiap kecamatan kita akan tanam penciri kecamatan sebagai ciri khas kecamatan itu yang disesuaikan topografi wilayah. Kita harus fokus sehingga kalau orang mau cari satu komoditi dia sudah mengetahui kemana dia harus pergi. Itu kita lihat dari aspek kewilayahan. Pada setiap kecamatan harus ada tanaman unggulan yang menjadi ciri khas wilayah itu. Kita lakukan dengan metode OVOP (one village one Product). Tetapi tidak dimaknai sebagai satu desa satu produk tetapi dilihat dari kewilayahan. Misalnya desa Umatoos kembangkan ternak bebek tetapi di desa Lasaen sebagai penjual telur bebek. Atau di Wewiku dikenal dengan tanaman pisangnya sehingga kalau orang kepingin beli berbagai jenis pisang bisa di Wewiku.

Baca Juga :   Jaga Bangsa, TNI dan Polri Harus Kompak

Harapan kita masyarakat Malaka berkelimpahan makanan dan kita harapkan kedepan masyarakat Malaka yang keluar daerah dan bekerja disana bisa kembali ke Malaka karena di wilayah kita bisa memberikan penghidupan yang layak dan bisa mensejahterakan keluarga da masyarakat. (boni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top